Candi Prambanan dan Borobudur Kini Pusat Kegiatan Agama Hindu-Buddha

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Jumat, 11 Feb 2022 21:26 WIB
Prosesi Ruwat Rawat Borobudur (RRB) ke-20 di Candi Borobudur
(Foto: Eko Susanto) Candi Prambanan dan Borobudur Kini Pusat Kegiatan Agama Hindu-Buddha
Jakarta -

Dua candi bersejarah di Indonesia yakni Candi Prambanan dan Candi Borobudur kini bukan hanya sekadar tujuan wisata lokal. Kini dua bangunan peninggalan masa lalu tersebut bakal lebih jauh lagi dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan keagamaan umat Hindu dan Buddha dari Indonesia serta seluruh dunia.

Pada Jumat (11/2/2022), telah ditandatangani Nota Kesepakatan Pemanfaatan Candi Prambanan dan Candi Borobudur untuk Kepentingan Agama Umat Hindu dan Umat Buddha Indonesia dan Dunia. Secara langsung kesepakatan ini ditandatangani oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di di Pendopo Komplek Kepatihan Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas juga turut menyaksikan proses penandatanganan ini lewat sambungan panggilan video zoom. Menurutnya, ini merupakan sebuah momentum yang amat penting demi bersama-sama mengembangkan dan memanfaatkan candi dalam perspektif nilai spiritual kebudayaan. Dia juga berharap hal ini bisa menjadi motivasi buat umat Hindu dan Buddha di Indonesia dalam mempersiapkan kegiatan keagamaan di dua tempat tersebut.

30 tahun Candi Prambanan ditetapkan sebagai world heritage oleh UNESCO30 tahun Candi Prambanan ditetapkan sebagai world heritage oleh UNESCO Foto: (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)

"Silakan mempersiapkan berbagai agenda untuk ibadah keagamaan umat Hindu dan umat Buddha Indonesia serta dunia," kata Yaqut Cholil Qoumas.

Menag menekankan, penandatanganan Nota Kesepakatan ini merupakan perpanjangan tangan dari usaha pengembangan dan pemanfaatan destinasi religi Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Hal ini juga diharapkan dapat menjadi cara untuk melestarikan budaya dan warisan nenek moyang bangsa Indonesia.

Sekaligus dalam momen tersebut dia menyampaikan bahwa Nota Kesepakatan Pemanfaatan Candi Prambanan dan Candi Borobudur untuk Kepentingan Agama Umat Hindu dan Umat Buddha Indonesia dan Dunia ini sudah dinantikan oleh umat Hindu dan Buddha di Indonesia.

"Ini sebagai salah satu bentuk implementasi moderasi beragama dan tekad pemerintah dalam memberikan jaminan kepada umat beragama dalam menjalankan ibadahnya," lanjut Menag.

Setelah ini, umat Hindu dan Buddha dapat menggelar dan mengikuti ritual peribadatan keagamaan di Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Tak hanya itu, pemanfaatan dua candi lain yakni Candi Mendut dan Candi Pawon pun tercantum dalam Nota Kesepakatan tersebut.

Diresmikannya Nota Kesepakatan ini juga merupakan wujud dari gambaran keberagaman budaya Indonesia yang terdiri dari beragam agama dan keyakinan. Sri Sultan Hamengku Buwono X menyoroti ini sebagai bentuk semangat Bhinneka Tunggal Ika.

"Ini menunjukkan Bhinneka Tunggal Ika sudah terwujud sejak masa lampau. Hidup berdampingan antar umat beragama menjadi wujud Bhinneka Tunggal Ika diaktualisasikan sebagai semangat dan strategi integrasi bangsa," tutur Sri Sultan.

Penandatanganan Nota Kesepakatan Pemanfaatan Candi Prambanan dan Candi Borobudur untuk Kepentingan Agama Umat Hindu dan Umat Buddha Indonesia dan Dunia.Penandatanganan Nota Kesepakatan Pemanfaatan Candi Prambanan dan Candi Borobudur untuk Kepentingan Agama Umat Hindu dan Umat Buddha Indonesia dan Dunia. Foto: dok. Istimewa

"Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, Nota Kesepakatan yang kita tandatangani hari ini menjadi semangat terwujudnya moderasi beragama, kohesi sosial, dan kerukunan umat beragama di Indonesia," sambungnya.

Sejumlah peringatan hari besar keagamaan Hindu dan Buddha rencananya akan digelar di sana sepanjang tahun 2022 ini. Di Candi Prambanan misalnya, akan digelar Pekan Nyepi Nasional di bulan Maret-April 2022. Begitu juga peringatan Hari Galungan dan Kuningan. Sementara di Candi Borobudur akan digelar Hari Tri Suci Waisak Nasional pada bulan Mei 2022.

Penandatanganan Nota Kesepakatan Pemanfaatan Candi Prambanan dan Candi Borobudur untuk Kepentingan Agama Umat Hindu dan Umat Buddha Indonesia dan Dunia turut juga disaksikan online oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud-Ristek, Hilman Farid, serta Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

(aay/mau)