Peduli Akar Budaya, Yayasan Suksma Budaya Pentaskan Kisah Drupadi

Memancarkan Pesona Drupadi di Pentas Drama Tari (1)

Peduli Akar Budaya, Yayasan Suksma Budaya Pentaskan Kisah Drupadi

- detikHot
Senin, 21 Apr 2014 10:44 WIB
Peduli Akar Budaya, Yayasan Suksma Budaya Pentaskan Kisah Drupadi
(Astrid Septriana /detikHOT)
Jakarta - Dalam kisah Mahabharata, figur Drupadi dikenal memiliki peranan yang penting. Sosok perempuan ini, memunculkan banyak tafsir. Ia pun terus menjadi sumber inspirasi dari beragam kesenian yang ada di nusantara.

Selaras dengan hal itu Yayasan Suksma Budaya, menawarkan sesuatu yang baru sekaligus mengakar pada tradisi dari kisah Drupadi. Pada tanggal 25-26 April 2014 nanti, mereka akan mementaskan sebuah drama tari yang bertajuk Pulung Gelung Drupadi.

Pada pementasan yang akan digelar di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki ini, akan ada juga pameran foto yang merupakan hasil interpretasi dari sosok Drupadi di era kontemporer ini. Berikut adalah laporan detikHOT mengenai bagaimana sebenarnya Yayasan Suksma Budaya, akan menempatkan figur Drupadi dalam pementasan drama tari mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

***

Figur Drupadi memang terus memancar dari zaman ke zaman, untuk dijadikan sebuah sumber inspirasi. Baik dari sisi petuah tauladan maupun untuk sisi artistik para seniman. Misalnya F. Widayanto yang tahun lalu membuat sosok patung Drupadi pada pameran yang menandakan 30 tahun karirnya dalam seni. Kini, Yayasan Suksma Budaya juga berkreasi dari kisah hidup Drupadi.

"Ini pertama kalinya saya keluar dari media kanvas maupun instalasi. Ini juga dikolaborasikan dengan tari dan musik tradisional," kata Sri Astari Rasjid, Produser dan Direktur Artistik dalam pementasan ini, di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (14/04/2014). Lebih dalam,

Meski akan ada beragam suguhan multimedia seperti video mapping dalam pementasan ini, tim di balik pementasan ini sebenarnya ingin mengembalikan jejak budaya nusantara yang sudah mulai pudar di era kontemporer ini.

"Ini merupakan salah satu proses dalam kampanye budaya kami, sebagai bentuk kepedulian yang kongkret adiluhung nusantara, yang kami mulai melalui budaya Jawa," jelas Mitu M. Prie, Koordinator Komunikasi Kreatif dalam pementasan drama tari Pulung Gelung Drupadi.

Tim di Yayasan Suksma Budaya juga memusatkan konsentrasinya pada bagaimana pesan-pesan penting dalam kisah Drupadi bisa disampaikan dengan baik kepada publik. "Kami kemas sedemikian rupa untuk menyampaikan budaya-budaya lama yang dikemas dalam sajian masa kini."

Ia juga menjelaskan kenapa tertarik membawa kisah dari perempuan bernama Drupadi ini sebagai figur utama dalam pementasan drama tari ini. "Drupadi secara tokoh masih memiliki beberapa kemungkinan yang bisa ditarik ke masa kini dan masa depan, ini persepsi kami," jelasnya. Maka dari itu, mereka coba menggali esensi Drupadi dalam cara pandang mereka.

Mereka melihat bahwa Drupadi memiliki kekuatan sendiri sebagai tokoh perempuan pewayangan, yang memiliki sifat welas asih (kasih sayang).

Meski selama ini Drupadi sering diidentikan dengan perempuan yang menikah dengan lima pandawa, ia sebenarnya merupakan sosok perempuan tangguh dan mulia yang menjaga kehormatan dalam prinsip budi pekerti, memiliki kerendahan hati, kesetiaan, juga berperan sebagai pelindung.

(ass/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads