Syiar Agama Lewat Marching Band

Serunya Dunia Marching Band Indonesia (8)

Syiar Agama Lewat Marching Band

- detikHot
Rabu, 29 Jan 2014 15:30 WIB
Syiar Agama Lewat Marching Band
Jakarta - Tak disangka, biasanya kegiatan di masjid identik dengan belajar musik rebana atau nyanyian Islamiyah, ternyata Masjid Istiqlal punya kreatifitas yang lain. Sejak tahun 1982, Masjid Istiqlal memiliki sebuah kelompok marching band bernama Marching Band Masjid Istiqlal (MB Masjid Istiqlal).

"Dulunya adalah drum band, setelah itu pada tahun 1984 kita menjadi marching band," kata T.M. Huzam, Koordinator Pelatih di Marching Band Masjid Istiqlal kepada detikHOT (28/01/2014).

Pria yang biasa disapa Ayah Huzam ini juga menyebutkan bahwa kelompok ini memiliki 10 orang pelatih yang aktif mengajar setiap latihan. "Terdiri dari pelatih hornline, perkusi, pelatih colour guard dan pelatih display."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Latihan yang diadakan oleh MB Masjid Istiqlal itu satu pekannya tiga kali. Pada hari Rabu, Sabtu dan Minggu. Tahun ini, MB Masjid Istiqlal sedang membuka rekrutmen anggota baru. "Kita setiap tahun ada rekrutmen, kebetulan hari ini sudah masuk sekitar 90 orang," jelasnya. Anggota dari kelompok MB Masjid Istiqlal kini ada 140 orang anggota.

Tidak ada ketetapan khusus untuk usia anggota yang mendaftar, Ayah Huzam menjelaskan bahwa anak didiknya datang dari usia SD, SMP, SMA, Mahasiswa dan umum. "Yang datang tak hanya dari Jakarta, ada yang dari Cirebon, Bandung bahkan Medan. Karena memang tertarik dengan MB Masjid Istiqlal dan misinya."

Pada ajang Grand Prix Marching Band Indonesia yang dihelat Desember 2013 lalu, MB Masjid Istiqlal musti puas berada di posisi delapan. "Untuk hari-hari ini agak sulit mengejarnya, tapi kita tetap fokus ke arah sana." Sebelumnya pada era 80-an mereka pernah menduduki peringkat dua di ajang yang sama.

***

Perlu diketahui, sebelum para anggota berlatih para pembina akan mengadakan pengajian bersama dulu. "Sebenarnya MB Masjid Istiqlal ini sebagai sarana. Kalau lihat zaman dahulu juga Sunan Kalijaga juga syiar lewat kesenian," kata Ayah Huzam.

Ia melihat bahwa remaja-remaja di Indonesia lebih tertarik dengan kegiatan seperti marching band bila dibandingkan dengan kegiatan bermain alat musik rebana. "Lebih dominan ke marching band dibanding rebana. Pada intinya, kita di dunia Islam juga ternyata bisa lho dengan musik-musik milik Eropa."

Jadi mereka coba memberi syiar bahwa para remaja masjid juga bisa bermain marching band, untuk menghapus anggapan umum bahwa mereka hanya bisa ibadah saja. "Tapi kita juga bisa mengikuti kegiatan, juga organisasi remaja yang berkaitan dengan musik," ujarnya.

Lagu-lagu yang dibawakan oleh MB Masjid Istiqlal juga tak hanya lagu religi saja. Mereka juga mampu membawakan lagu nasional dan lagu-lagu yang diimpor dari Barat. "Ini karena jurinya hampir 80 persen orang luar, istilahnya kalau kita kasih musik-musik yang bersifat religius nanti mereka menilainya berbeda."

Kecuali pada acara kenegaraan, seperti di Istana mereka biasanya juga menyuguhkan lagu-lagu yang bersifat Islami.



(ass/utw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads