Sejarah Tulis Menulis
|
|
"Di Indonesia, sejarah tulis menulis menurut Kerajaan Sriwijaya dimulai dengan menulis di atas daun lontar," ujar Tugiono kepada detikHOT (09/01/2014). Daun lontar ini dimasak untuk kemudian dijadikan dasar medium seperti kertas.
Tak heran, disini ditampilkan sesosok patung yang tengah menulis di atas daun. "Ini seorang pujangga kerajaan sedang menulis, belum ada medium kertas saat itu."
Prangko Pertama di Dunia
|
|
"Di Inggris mulai diberikan hak kebebasan untuk tidak mencantumkan logo suatu negara." Prangko sendiri secara sah digunakan mulai 6 Mei 1840.
Prangko ini memuat kepala Ratu Victoria, dicetak dalam warna hitam, memuat kata Postage di bagian atas dan memuat kata One Penny di bagian bawah.
Prangko Pertama di Indonesia
|
|
Masuklah ke masa kemerdekaan negeri ini. Dimana PT. Pos Indonesia mulai aktif menerbitkan prangko dengan membawa banyak nilai sejarah dan budaya kita.
Prangko Pasca kemerdekaan Indonesia
|
|
Ada juga prangko mengenai Hak Asasi Manusia di Indonesia. Setelah itu masuk ke tahun 1974, Indonesia mulai menerbitkan prangko dengan unsur budaya dan kekayaan alam. Tujuannya tak lain tak bukan untuk memperkenalkan identitas bangsa ke negara lain.
Wayang, alat musik, pakaian adat, Candi Borobudur hingga Monumen Nasional turut menghiasi wajah-wajah prangko masa ini.
Filateli
|
|
Maka salah satu ruang saji, menggmabrkan beberapa patung anak-anak yang tengah mempersiapkan pemasangan koleksi filateli untuk pameran.
Ada dua tujuan mengkoleksi prangko, yakni untuk koleksi dan investasi. Selain itu kita jadi bisa lebih mengenal frame budaya sebuah bangsa melalui prangko.
Halaman 2 dari 6











































