Ibunda Dimakamkan, Lady Nayoan Ungkap Penyesalan Mendalam

Ibunda Dimakamkan, Lady Nayoan Ungkap Penyesalan Mendalam

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Kamis, 27 Agu 2026 15:31 WIB
Lady Nayoan di pemakaman ibunda.
Lady Nayoan ungkap penyesalan mendalam yang belum dilakukan untuk mendiang ibunda. Foto: Febryantino/detikcom
Jakarta -

Ibunda Lady Nayoan, Rima Sania Pontoh, telah dimakamkan di pemakaman keluarga di kawasan Jombang atau Tambun, Bekasi, Jawa Barat. Prosesi pemakaman dan ibadah tutup peti digelar pada Kamis (27/8/2026).

Pemakaman dilakukan siang ini secara Kristen. Sejumlah pelayat yang hadir tampak mengenakan pakaian putih. Lady Nayoan hadir bersama anak-anaknya. Kesedihan terlihat jelas dari wajah Lady. Ia menangis saat peti jenazah sang ibunda diturunkan ke liang lahat.

Lady tampak memeluk suaminya, Rendy Kjaernett. Rendy berusaha tegar mendampingi Lady dan keluarga dalam prosesi pemakaman tersebut. Usai pemakaman, Lady menjelaskan alasan sang ibunda dimakamkan di tanah keluarga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebenarnya ini tuh tanah keluarga ya. Mama, kakak-beradik sisa bertiga ya kalau nggak salah, itu ngumpul semua di sini," kata Lady Nayoan di Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (27/8/2026).

ADVERTISEMENT

Lady menunjuk sebuah bangunan di area tersebut. Bangunan itu, sedang dibangun oleh ibunda meninggal dunia.

"Kalau teman-teman lihat ada ini rumah yang apa nih, kayak bukan rumah ya, kayak kamar ruangan yang dibangun. Itu emang Mama tuh lagi bangun bareng kita, maunya Mama," tuturnya.

"Yang paling saya sedihin itu doang, itu belum selesai gitu. Tapi saya mengucap syukurnya, ya, ya udah mungkin itu dan jadi tempat saya sama Rendy nginep kalau nengokin Mama ke sini," ungkap Lady.

Lady mengatakan ibunda sebenarnya tidak pernah secara khusus meminta untuk dimakamkan di lokasi tersebut. Keputusan itu diambil setelah berdiskusi dengan keluarga.

"Kalau yang minta di sini, Mama sih gak pernah, gak pernah minta-minta gitu. Cuma kan kita, maksudnya pasti kan adik-kakak, apa... kakak-kakaknya mama saya itu kan pasti orang tua buat saya, ya, gitu," bebernya.

Bagi Lady, tidak ada yang salah dengan keputusan tersebut. Ia berusaha menerima kepergian ibunda sebagai kehendak Tuhan.

Lady Nayoan di pemakaman ibunda.Pemakaman ibunda Lady Nayoan. Foto: Febryantino/detikcom

Lady juga mengungkapkan alasan lain mengapa pemakaman di kawasan Tambun terasa begitu emosional baginya. Ia mengaku jarang datang ke rumah tersebut karena lokasinya cukup jauh dari tempat tinggalnya.

"Karena jujur, rumah ini kan jauh, ya, saya tuh jarang banget ke sini. Saya 13 bersepupu, saya tuh paling sibuk. Jadi, saya kalau ngumpul persepupuan di sini, saya jarang banget," ungkap Lady.

Menurut Lady, setiap kali datang ke tempat tersebut, dirinya justru teringat ibunda yang selama ini lebih sering menghampirinya.

"Jadi, saya tuh kalau ke sini, saya sedih, kenapa saya datang ke sini mama saya gak ada? Selalu mama saya yang Kelapa Gading, nyamperin saya di Senopati, nyamperin saya di mana," ujarnya.

Kepergian ibunda juga membuat Lady merenungkan kembali waktu yang telah dilewati bersama orang tua. Ia mengaku penyesalan yang dirasakan bukan dalam arti menyalahkan diri sendiri, melainkan menjadi pengingat agar lebih menjaga orang tua selama masih ada.

"Jadi, kalau saya ke sini tuh, saya bilang sama Rendy, 'Ya itu ya manusia', gitu. Kalau maksudnya penyesalannya tuh bukan penyesalan yang gimana ya, tapi kayak, 'Ya udah, penyesalan jadi nginget aja waktu-waktu kita sama orang tua yang masih ada ya, lebih baik... lebih baik dijaga', gitu," ungkapnya.

Sebelumnya, Rima Sania Pontoh meninggal dunia pada Senin (24/8/2026) malam. Ia meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker ginjal selama kurang lebih tiga tahun. Kepergian Rima meninggalkan duka mendalam bagi Lady Nayoan dan keluarga, termasuk sang suami, Rendy Kjaernett.



(fbr/pus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads