Perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah terkait sengketa hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terus menyita perhatian publik. Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, secara terbuka mengajak kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, untuk menurunkan tensi demi melindungi kondisi psikologis anak-anak Sarwendah dan Ruben.
Chris Sam Siwu menegaskan pentingnya semua pihak menahan diri agar konflik pengasuhan anak tidak berlarut-larut menjadi konsumsi publik yang merugikan perkembangan mental buah hati.
"Prinsipnya ini semua kita pengin berjalan baik, semua turunkan tensi. Kami juga akan ingatkan lagi pada klien kami untuk tetap juga menjaga situasi kondusif di ruang publik," kata Chris Sam Siwu saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (19/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, saling sindir maupun adu argumen secara terbuka justru berpotensi memicu beban mental serta dampak psikologis mendalam bagi anak-anak di kemudian hari.
"Kepada rekan sejawat saya, Bang Minola, juga saya berharap kita sama-sama turunkan tensi, tidak perlu kita saling berbalas pantun di media sosial. Supaya anak-anak tidak menjadi terdampak dari masalah ini," ujar Chris Sam Siwu.
Ia mengingatkan perkara mengenai hak asuh dan urusan keluarga pada dasarnya bersifat tertutup di persidangan. Oleh karena itu, segala bentuk dalil, bantahan, maupun pembuktian semestinya diuji langsung di hadapan majelis hakim.
"Bang, ayo Bang kita sama-sama turunkan. Ini ajakan saya ya, kita gak perlu lagi berbalas pantun, kita lakukan itu di persidangan. Persidangan sifatnya tertutup, kita sudahilah yang sudah kemarin ya sudahlah ya," tegas Chris Sam Siwu.
Chris Sam Siwu mengajak Minola Sebayang untuk saling menahan diri demi menjaga ketenangan suasana di tengah perkara yang sedang berjalan.
"Nah saya akan lihat kalau Abang gak wawancara ya saya juga gak akan wawancara, tapi kalau Abang wawancara saya akan respons apa pun yang disampaikan Abang secara profesional apa yang tidak benar," jelasnya.
Chris Sam Siwu menekankan kondisi emosional serta masa depan anak-anak Ruben dan Sarwendah harus ditempatkan sebagai prioritas utama.
"Karena nanti anak-anaknya melihat itu suatu waktu akan kena dampak secara mental. Itu sebenarnya yang dijaga," pungkasnya.










































