Lexi Valleno Havlenda, adik penyanyi Keisya Levronka, sempat mengalami masa-masa terberat usai terjatuh dari lantai 6 Universitas Tarumanagara (Untar). Tak hanya mengalami cedera fisik, Lexi juga harus berjuang menghadapi tekanan mental selama menjalani pemulihan.
Ibunda Lexi, Levi, mengatakan kondisi sang anak sempat sangat terpuruk hingga pernah mengutarakan keinginan untuk mengakhiri hidup. Menurutnya, keterbatasan fisik yang dialami Lexi membuat kondisi psikologisnya ikut terguncang.
"Jadi selain dari fisiknya, kita juga mentalnya juga. Jadi sempat lah dia ngomong, 'Ah mending aku mati aja daripada aku kayak gini', apa segala macam, ya kita yang ini (menguatkan) gitu," ujar Levi ditemui di kawasan Jakarta Barat, kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluarga berusaha memberikan dukungan penuh kepada Lexi selama menjalani perawatan di rumah sakit. Bahkan, seluruh anggota keluarga sepakat untuk tidak menunjukkan kesedihan di depan Lexi agar mentalnya tidak semakin terpuruk.
"Jadi kita itu sampai sepakat keluarga, tante, kakaknya, apa semua itu kalau di depan adik jangan nangis ya. Kita kalau di depan dia nih waktu masih di rumah sakit, kita jangan nangis gitu, karena kita gak mau kan dia kebawa gitu. Jadi ya panjang sih sebenarnya," tuturnya.
Levi menjelaskan proses pemulihan putranya berlangsung cukup panjang. Selama kurang lebih sembilan bulan hingga hampir satu tahun, Lexi harus menggunakan kursi roda dan kateter untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
"Itu ya gak gampang sih, mental terutama. Kalau fisiknya sih ya berat juga, cuma kita masih Alhamdulillah dengan kondisi yang jatuh dari lantai segitu tingginya Lexi sudah bisa beraktivitas. Walaupun masih ada banyak keterbatasan, tapi kita Alhamdulillah. Jadi ya mental sih yang kemarin kita utamain," katanya.
Meski telah melewati masa-masa sulit, Lexi mengaku belum pernah berkonsultasi dengan tenaga profesional untuk menangani trauma yang dialaminya.
Saat ini, keluarga berharap proses hukum terkait insiden yang dialami Lexi dapat segera selesai. Levi mengatakan, pihaknya tidak ingin perkara tersebut terus berlarut-larut dan berharap persidangan bisa menghadirkan penyelesaian yang adil.
"Sebenarnya kita juga enggak kepengin sampai berlarut-larut sampai dengan proses hukum yang benar-benar sidang gugatan ya. Sebenarnya tujuannya ini kan hanya mencari penengah nih," pungkas Levi.










































