Hessel Steven dan calon istri, Sandy, tengah menghitung hari menuju pernikahan yang dijadwalkan berlangsung pada akhir bulan ini. Menjelang hari bahagia, pasangan tersebut mengenang momen lamaran.
Hessel sengaja merahasiakan rencana saat mengambil cincin lamaran agar Sandy tidak curiga. Bahkan, ia sampai memberikan alasan lain ketika sang kekasih menanyakan keberadaannya.
"Cincinnya juga, dan dia gak tahu. Waktu itu pas aku lagi ngambil cincinnya, dia nanya lagi di mana, aku bilang lagi ngapain ya?" kata Hessel Steven di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (16/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandy kemudian membenarkan cerita tersebut. Ia mengaku sempat menelepon Hessel karena curiga dengan aktivitas sang kekasih.
"Aku call, 'Kamu pergi ngambil cincin?' Oh iya, bilangnya calling-annya syuting, syuting berangkatnya awal banget, aku dibohongin," ujar Sandy.
Hessel lantas menjelaskan, memang memiliki jadwal syuting pada hari itu. Namun, sebelum berangkat, ia lebih dulu mengambil cincin lamaran.
"Oh iya benar, waktu itu pas lagi syuting, cuman calling-annya memang malam. Calling-an malam, siangnya mampir dulu ngambil cincin. Dan dia gak tahu, aku bilangnya lagi on the way syuting," tuturnya.
Sandy pun menambahkan, Hessel sempat memberikan alasan lain saat dihubungi.
"Lagi makan, lagi makan bilangnya. Kok aneh lagi makan angkat di-call," ucap Sandy sambil tertawa.
Rencana Hessel akhirnya berhasil. Sandy mengaku sama sekali tidak menyangka akan dilamar saat berada di Jepang.
"Kaget... kaget, tapi happy," kata Sandy saat ditanya mengenai perasaannya menerima lamaran tersebut.
Tak hanya melangsungkan lamaran di Jepang, pasangan ini juga memanfaatkan momen tersebut untuk menjalani sesi foto pranikah.
"Udah prewed juga. Prewed-nya kebetulan kemarin di Jepang juga," kata Hessel.
"Dan ada di Jakarta juga," timpal Sandy.
"Ada di Jakarta juga, di Bogor," lanjut Hessel.
Mengenai keputusan membawa hubungan mereka ke jenjang pernikahan, Hessel mengatakan keinginan muncul karena merasa sudah menemukan pasangan yang tepat.
"Ya memang aku sebelum propose pun juga aku nanya sama dia, 'Kalau misalkan aku nih ke depan pengen married...'. Kalau kayak pacaran-pacaran gitu kayaknya udah capek ya. Aku maunya yang lebih serius, 'Kamu mau nggak?'" ujar Hessel.
Menurut Hessel, keputusan melamar Sandy bukan karena faktor usia ataupun terburu-buru mengejar waktu. Ia merasa hubungannya memang sudah matang untuk melangkah ke tahap berikutnya.
"Merasa udah pas aja, udah cocok. Kita gak buru-buru nyari juga sebenarnya. Yang penting semuanya memang jodohnya dari Tuhan, jadi ya kita jalanin aja. Semuanya gak buru-buru," pungkas Steven.










































