Puteri Anak Indonesia Pendidikan 2025 Audellya Ambara Harsono mengadakan aksi sosial yang keren banget. Bertajuk Books of Hope Project, ia berbagi buku bacaan Bahasa Inggris untuk anak-anak Indonesia.
Audellya Ambara dalam membuat gerakan positif itu berniat mengedarkan lebih dari 300 buku bacaan berbahasa Inggris dari San Diego ke Jakarta. Sekadar diketahui saat ini ia sedang menempuh pendidikan di Amerika Serikat.
Gadis 12 tahun itu mengungkapkan awal tercetus ide Books of Hope Project. Rupanya ia yang ingin pulang ke Indonesia di masa liburan, saat itu melihat banyak koper kosong lalu kepikiran membawa buku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai pada 29 Juni lalu Books of Hope Project dari Audellya Ambara dimulai dengan kunjungan ke Jovin Smart School, sebuah sekolah kolong jembatan di Jakarta Utara. Dalam kunjungan pertama, ia membagikan lebih dari 120 buku kepada para siswa.
Audellya Ambara saat membagikan buku bacaan bahasa Inggris. Foto: ist |
Audellya Ambara ditemani oleh kakaknya, Amaryllis Julietta, beserta Regional Director Puteri Anak dan Remaja Indonesia Jakarta, Sri Sintawati dan Darmawan.
Melihat senyum dan antusiasme anak-anak saat menerima buku-buku bahasa Inggris menjadi momen yang sangat berkesan bagi Audellya. Ia berharap buku-buku tersebut dapat membuka jendela pengetahuan baru sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap membaca sejak usia dini.
"Saya percaya bahwa membaca menggunakan buku fisik memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan membaca secara digital. Tentu keduanya memiliki kelebihan masing-masing, tetapi bagi anak-anak, buku fisik terasa lebih menarik karena bisa dipegang, dibuka lembar demi lembar, dan membuat mereka lebih fokus serta menikmati proses membaca. Saya berharap semakin banyak anak Indonesia yang jatuh cinta pada buku dan menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (3/7/2026).
Selain membagikan buku, Audellya Ambara turut mengajak anak-anak belajar bahasa Inggris melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan dan interaktif. Dalam kesempatan itu juga ia berbagi pengalaman sebagai Puteri Anak Indonesia Pendidikan dengan mengajarkan cara berjalan di atas catwalk serta pentingnya memiliki rasa percaya diri untuk berani bermimpi.
Lebih lanjut, Audellya mengaku masih membutuhkan sekitar 200 buku bacaan bahasa Inggris untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah lain di berbagai daerah. Ia sendiri kini lagi mengumpulkan buku melalui program donasi.
Pencarian donasi membawanya kepada organisasi nirlaba San Diego Books Project yang dipimpin oleh Sydney Mafong. Audellya mengirimkan email kepada Sydney untuk menanyakan apakah terdapat buku-buku yang dapat didonasikan kepada anak-anak di Indonesia.
"Buku-buku berbahasa Inggris tidak selalu mudah dijangkau, karena harganya relatif mahal di Indonesia. Karena itu, saya sangat bersyukur mendapatkan donasi buku-buku yang kualitasnya masih sangat bagus untuk dibagikan kepada anak-anak yang membutuhkan," tuturnya.
Audellya Ambara punya harapan besar terkait Books of Hope Project. Ia mau mimpi-mimpi besar anak Indonesia bermula dari buku-buku yang diberikan.
"Saya sangat tidak sabar untuk mengunjungi sekolah-sekolah berikutnya dan membagikan sisa buku-buku bahasa Inggris yang saya bawa dari Amerika. Saya berharap buku-buku ini bisa memotivasi lebih banyak anak Indonesia untuk mencintai membaca, belajar bahasa Inggris, dan memperluas wawasan mereka," katanya.
(mau/mau)












































