Putra komedian Daus Mini, Ivander Haykal Firdaus atau yang akrab disapa Ical, mulai mantap menapaki dunia hiburan. Namun, berbeda dengan sang ayah yang dikenal sebagai komedian dan aktor, Ical justru memilih berkarier di jalur musik hip-hop dengan cita-cita menjadi rapper profesional.
Ical mengaku sempat tertarik mengikuti jejak Daus Mini di dunia akting. Ketertarikan itu muncul saat melihat ayahnya sibuk menjalani syuting sinetron bersama banyak artis. Namun, keinginannya tersebut urung diwujudkan karena terbentur jadwal sekolah reguler.
"Dulu Papi zaman-zaman syuting Sutan Aji tuh, kan temannya banyak. Jadi aku kayak tertarik gitu kan kayak FOMO gitu, 'Wah seru nih pengen ikut ah.' Tapi kan posisinya masih ada sekolah gitu. Kan teman-teman aktor aktris cilik yang lain kan pasti homeschooling, ya kan. Aku sekolahnya sekolah biasa gitu. Jadi susah ngatur jadwalnya. Padahal kalau diatur bisa..." kata Ical saat ditemui di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini, Ical lebih memilih mengembangkan kemampuan di dunia rap. Ia aktif membangun relasi, dengan para pelaku skena hip-hop Tanah Air, untuk memperdalam pengetahuan soal penulisan lirik hingga teknik menemukan flow yang sesuai.
"Jadi aku sering minta-minta advice, 'Mas cara nulis lirik, cara nyari flow tuh gimana sih Mas biar enak.' Cara upload lagu gimana, nyari beat gimana, bikin beat gimana gitu-gitu," tuturnya.
Dalam proses berkarya, Ical masih mengerjakan semuanya secara mandiri. Ia memanfaatkan beat gratis dari YouTube, merekam vokalnya melalui beberapa aplikasi, lalu berencana merilis hasil karyanya di SoundCloud dengan nama panggung Ivand2r.
"Jadi aku nge-take langsung, langsung ku-save. Sekarang lagi iseng aja sih nyoba-nyoba. Masih nyari flow dulu yang enak tuh gimana. Dan ntar kalau misal udah jadi nih mau aku upload di SoundCloud. Jadi kalau SoundCloud aku: Ivand2r. Itu nama panggung aku," ujarnya.
Tak sekadar ingin merilis lagu, Ical juga memiliki mimpi besar untuk membawa warna baru di industri musik Indonesia. Menurutnya, musik hip-hop, termasuk subgenre hyperpop dan underground hip-hop, layak mendapat ruang yang lebih luas di tengah dominasi lagu-lagu pop melankolis.
"Emm... pengen ngubah skena musik Indonesia kali ya. Biar kita gak stuck ke yang melo-melo mulu. Kita ubah kayak kiblat, gak ngubah 100 persen, tapi kayak kita ngenalin skena hip-hop kayak hyperpop, underground hip-hop gitu-gitu ke skena musik Indonesia," pungkasnya.
(fbr/wes)











































