Curhat Maia Jelang Tengah Malam (3)
Minggu, 18 Nov 2007 08:39 WIB
Jakarta - Maia Estianty membeberkan kronologi peristiwa mengapa ia sampai menjemput paksa anak-anaknya di lokasi syuting. Maia mengenakan pakaian ala Jepang, ditemui 2 infotainment dan wartawan detikhot di teras rumah dan studio kontrakannya, Jl. Metro Alam V No. 24, Pondok Indah, Jakarta Selatan, mencurahkan segala kekesalannya.Berikut adalah kisahnya setelah ia bisa membawa pulang anak-anaknya, Al, El, Dul dari lokasi syuting sinetron di kawasan Depok, Jawa Barat,Bagaimana perasaannya saat itu, setelah membawa pulang anak-anak?Saya jengkel, juga sedih lihat anak-anak yang lagi sakit disuruh syuting sampai malam. Anak kecil lagi. Saya aja yang dewasa kalau syuting sampai larut malam, masih bisa sakit.Sudah ngomong sama Mas Dhani baik-baik?Sudah. Tapi malah Mas Dhani bilang lapor aja polisi, lapor aja KPAI dan ada tambahannya, lapor aja bapakmu. (Maia menjawab dengan emosi dan menirukan gaya bicara Dhani yang ke-Surabaya-an)Saya merasa harga diri saya diinjak-injak dan dilecehkan. Aku sepertinya dilihat di mata Mas Dhani kayak makhluk yang kayak apa gitu. Maunya yang setiap kali ketemu harus dimarah-marahin terus.Ada pesan untuk anak-anak?Walaupun nantinya pilihan terbaik adalah pisah, aku berpesan pada anak-anak, jangan takut, ayahmu pasti sayang sama kamu, bunda juga sayang sama kamu.Sudah merasa seperti single parent?Setahun ini aku sudah ngerasa jadi single parent. Karena aku sudah menafkahi lahir dan batinku sendiri, jadi insya Allah udah klop.Sebenarnya kenapa anak-anak dijemput paksa? Apa karena nggak boleh berkarir di dunia hiburan?Nggaklah, untuk karir anak-anak itu sendiri terserah mereka. Yang penting jadilah yang terbaik, karena bunda akan selalu mendukung kalian.Setelah menyatakan akan memberi dukungan pada anak-anaknya, Maia menyudahi wawancara. Ia berharap segera mendapat penyelesaian terbaik untuk permasalahan yang tengah membelitnya. (eny/eny)











































