×
Ad

Heru Gundul Ungkap Suka-Duka Jadi Host Petualang 20 Tahun

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Senin, 08 Jun 2026 15:02 WIB
Heru Gundul Ungkap Suka-Duka Jadi Host Petualang 20 Tahun. (Foto: dok Instagram heru.gundul)
Jakarta -

Presenter dokumenter alam liar sekaligus ahli ular dan reptil, Heru Gundul, membagikan pengalaman suka dan duka selama hampir dua dekade berkecimpung sebagai host program petualangan. Sosok yang sempat viral karena matanya terkena semburan bisa ular kobra itu mengaku lebih banyak merasakan suka dibandingkan duka selama menjalani profesinya.

"Sukanya ya kita banyak ketemu orang, otomatis banyak saudara, dan ya orang pengin piknik susah, aku bisa dikatakan tiap hari piknik. Dukanya ya capek, ninggalin keluarga," kata Heru Gundul saat ditemui di Studio Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Pria yang identik dengan program Jejak Si Gundul itu juga mengenang salah satu pengalaman paling unik yang pernah dialaminya saat bertugas di Raja Ampat pada 2006. Menurut Heru, saat itu ia diminta produser untuk mengawal tim penyelam dari program Jejak Petualang dan Petualang Bahari. Menariknya, ia hanya menggunakan perlengkapan snorkeling, sementara rekan-rekannya melakukan penyelaman.

"Waktu itu mereka diving nyelam, dan aku diminta ngawal mereka hanya dengan snorkeling. Jadi itu sebenarnya hal yang lucu, mereka nyelam tapi aku cuma snorkeling," ujarnya.

Di tengah tugas tersebut, situasi darurat sempat terjadi ketika host Petualang Liar, Ulung Putri, terkena tembakan karang air di bagian leher hingga pingsan saat berada di dalam air.

"Dia kena tembakan karang air di leher dan pingsan di dalam. Aku sempat bantu bawa ke atas dan berenang ke kapal. Jadi itu kemauan dan luar biasa sih. Satu hal yang nggak mungkin nih ngawal nyelam pakai snorkeling, tapi bermanfaat," kenangnya.

Selain aktif sebagai presenter televisi, Heru ternyata juga memiliki berbagai kegiatan sosial. Di sela-sela jadwal syuting, ia menjadi relawan pemadam kebakaran, anggota SAR DIY, serta relawan BPBD di Yogyakarta.

"Jadi pada saat ada kejadian, aku pas lagi off ya berangkat," ungkapnya.

Heru menilai tidak ada perbedaan mendasar antara menghadapi satwa liar dan menjalankan tugas sebagai relawan kebencanaan. Menurutnya, kunci utama adalah kesiapan dan kemampuan yang memadai.

"Semuanya sama sih. Apa pun kegiatannya selama kita tetap tenang dan prepare, ya kita punya kemampuan, semua sama. Kecuali kalau kita nggak prepare, kita nggak punya kemampuan, nah itu yang membuat masalah," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Heru juga menjelaskan alasan mulai jarang mengenakan ikat kepala yang selama ini menjadi ciri khasnya di layar kaca. Awalnya, aksesori tersebut digunakan untuk melindungi kepala dari panas saat syuting di lapangan.

"Ikat kepala itu sebenarnya cuma buat penutup supaya nggak pecah saja kepalanya nih. Kalau kita syuting panas-panas kan, gila tuh panasnya," katanya sambil tertawa.

Belakangan, Heru sengaja tampil tanpa ikat kepala di luar kebutuhan syuting sebagai bagian dari upaya membangun personal branding yang lebih luas.

"Kalau aku istilahnya di luar TV, biar orang tahu juga sih, tanpa ikat kepala pun orang tahu. Jadi membangun personal branding secara pastilah," ujarnya.

Meski disibukkan dengan pekerjaan dan aktivitas kerelawanan, Heru mengaku tetap berusaha meluangkan waktu bersama keluarga. Ia bahkan kerap mengajak anak-anaknya ke lokasi syuting agar mereka memahami pekerjaannya sekaligus mencintai kegiatan alam.

"Seringkali kalau aku pas syuting juga mereka aku ajak ke lokasi syuting. Jadi supaya mereka tahu sih kerjaan bapaknya kayak apa. Jadi anakku juga aku arahin untuk bisa berkegiatan di alam dan bisa berguna bagi masyarakat," pungkas Heru.



Simak Video "Video Heru Gundul: Jangan Libatkan Anak-anak dalam Konten dengan Ular"

(fbr/mau)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork