Perjalanan ke luar negeri menjadi pengalaman berharga bagi setiap orang, tak terkecuali bagi selebgram Sarah Keihl. Baru-baru ini, ia membagikan cerita serunya saat berpetualang ke Bangladesh untuk pertama kalinya. Namun, siapa sangka jika kunjungan membuat dirinya mengalami culture shock hingga meneteskan air mata.
Sarah menceritakan, perjalanan empat hari ke Bangladesh merupakan hadiah yang didapatnya dari sang adik. Awalnya, ia mengira perjalanan itu hanyalah sebuah konten permainan belaka, namun ternyata tiket pesawat benar-benar dibelikan.
"Dua hari pertama di sana, jujur aku nangis karena kaget saja. Nggak tahu kenapa air mata netes sendiri karena mungkin syok melihat kondisinya", ungkap Sarah saat ditemui di kawasan Studio TransTV, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sarah menyebut suasana di Bangladesh serasa membawanya kembali ke masa lalu. Ia mengibaratkan pengalaman seperti sedang syuting film bertema zaman dulu. Menurutnya, kondisi Bangladesh saat ini mirip dengan Indonesia 40 sampai 50 tahun silam, di mana segalanya masih sangat tradisional.
Momen paling menegangkan bagi Sarah adalah saat harus menyeberang jalan. Ia menggambarkan, lalu lintas di sana sangat chaos dan para pengemudi lokal bak pembalap F1 yang sangat ahli bermanuver.
"Nyebrang di Bangladesh itu butuh skill. Kalau salah langkah taruhannya nyawa. Tapi herannya, meski traffic-nya super chaos, aku belum pernah lihat kecelakaan fatal", tutur Sarah dengan takjub.
Selain kendala lalu lintas, Sarah juga sempat mengalami kejadian tak terduga, yakni kopernya yang tertinggal di Singapura saat transit. Beruntung, pihak maskapai bertanggung jawab dan koper tersebut tiba keesokan harinya. Ia juga sempat merasa risih saat ada orang asing yang berusaha mengikuti dan meminta untuk bergabung dengannya saat naik becak.
Namun, di balik segala tantangan tersebut, Sarah merasa perjalanan ini benar-benar membuka matanya. Ia mengaku, menjadi pribadi yang jauh lebih bersyukur setelah melihat bagaimana orang-orang di sana tetap bahagia dengan kesederhanaan mereka meski hidup dalam kesulitan.
"Bangladesh benar-benar merubah cara pandang aku. Aku jadi merasa lebih bersyukur banget. Hari-hari yang aku rasa berat di sini ternyata nggak ada apa-apanya dibanding perjuangan orang-orang di sana", pungkasnya.










































