Ibnu Jamil Selektif Terima Endorse: Ada Tanggung Jawab Moral

Ibnu Jamil Selektif Terima Endorse: Ada Tanggung Jawab Moral

Muhammad Ahsan Nurrijal - detikHot
Kamis, 04 Jun 2026 14:04 WIB
ibnu jamil
Ibnu Jamil Selektif Terima Endorse: Ada Tanggung Jawab Moral. (Foto: Muhammad Ahsan Nurrijal)
Jakarta -

Belakangan ini publik diramaikan dengan kasus dugaan penipuan travel umrah yang menyeret sejumlah nama artis dan influencer. Kasus tersebut mencuat setelah banyak calon jemaah gagal berangkat hingga polisi turun tangan melakukan penyelidikan terhadap aliran dana promosi. Fenomena ini memicu perdebatan mengenai sejauh mana tanggung jawab seorang public figure dalam mempromosikan sebuah jasa atau produk.

Aktor Ibnu Jamil turut memberikan pandangannya mengenai situasi tersebut. Ia menegaskan dalam menerima tawaran kerja sama atau endorsement, seorang artis harus selektif dalam proses penyaringan sebelum menyetujui sebuah kontrak promosi merupakan hal yang mutlak dilakukan demi menghindari risiko hukum maupun sosial di kemudian hari.

"Ya kalau itu ya haruslah, harus (selektif)," kata Ibnu Jamil saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suami Ririn Ekawati ini menjelaskan setiap individu sebenarnya memiliki kemampuan untuk melakukan riset sederhana terhadap kredibilitas sebuah perusahaan. Baginya, logika dan insting berperan penting dalam menentukan apakah sebuah produk atau jasa layak untuk dipromosikan kepada masyarakat luas.

"Semuanya, semuanya. Kan kita punya daya, setiap manusia punya daya intelligent-nya masing-masing gitu untuk menyelidiki, versinya kita saja gitu, gak usah terlalu gimana gitu. Dan diputuskan terakhir dengan feeling ini, apa, feeling good atau nggak," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Ibnu Jamil juga menyoroti adanya perbedaan cara pandang di kalangan influencer dalam menanggapi sebuah tawaran pekerjaan. Ia menyadari ada sebagian orang yang hanya fokus pada sisi profesionalitas sebagai penyedia jasa iklan tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi para pengikut atau konsumen yang melihat promosi tersebut.

"Ya balik lagi, setiap orangnya tuh ada yang ngambil kerjaan mikirin tanggung jawab moralnya atau nggak, gitu. Oh, ya setiap personal tuh pasti beda-beda. Ada yang memang, ya kan 'saya cuma ambil saja, saya kan cuma sebagai (marketing)'," terangnya.

Ibnu Jamil lebih memilih untuk bersikap hati-hati dan mempertimbangkan konsekuensi moral serta reputasi sebelum mengambil langkah. Ia menekankan pentingnya memikirkan masa depan dan tidak hanya tergiur oleh keuntungan sesaat yang ditawarkan oleh pihak klien.

"Ada juga orang teman yang ngambil mikir jangka panjangnya, nanti ke depannya itu gimana. Balik lagi itu sama kalau saya sih mikir-mikir kalau saya," pungkasnya.




(ahs/mau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads