Industri hiburan Tanah Air gak akan kehabisan talenta baru, kali ini ada Valdi Mulya. Sebagai pendatang baru, ia mengaku siap hadapi persaingan di dunia yang dijejaki.
Valdi Mulya kelahiran Sukabumi, 30 Oktober 2001. Menjadi artis, ia memiliki postur yang cukup ideal yakni tinggi 180 cm.
Valdi mengawali kiprahnya di industri hiburan sebagai bintang iklan dan model video klip. Setelahnya ia melesat dengan tampil di film Menjelang Maghrib 2, sinetron, hingga film pendek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Valdi Mulya menyadari dunia kerja yang dijalani banyak diisi orang-orang hebat. Ia akan berusaha keras dan terinspirasi oleh para senior.
"Saya menyadari walau persaingan ketat, tapi peluang menjadi bintang besar sangat terbuka. Terutama bagi siapa saja yang mampu beradaptasi di berbagai bidang entertainment," ujarnya saat dihubungi, Senin (11/05/2026).
Valdi merasa keberhasilan orang-orang yang berkiprah di industri hiburan tak lepas dari strategi public relation yang kuat, re-branding media, dan pemanfaatan koneksi industri. Ia juga percaya menjadi serba bisa dapat membawa keuntungan.
"Multi-tasking. Prospek cerah buat mereka yang mampu berpindah keahlian, seperti penyanyi yang merambah akting, dan atau sebaliknya. Bisa juga mengembangkan bisnis mandiri lewat media sosial dan pemasaran digital," tuturnya.
Tak hanya asal omong, Valdi Mulya membuktikan dengan mencoba ke jalur musik. Ia mengatakan baru saja menyelesaikan rekaman dan pembuatan video klip lagunya berjudul Daripada Daripada yang dirilis oleh AK Production, Igma Studio, dan Humaniora Rumah Musik.
"Lagunya ciptaan musisi Ageng Kiwi dengan aransemen musik Tauhid Banyuwangi," katanya.
Valdi berharap bisa terus berjuang di industri hiburan Tanah Air. Ia juga akan terus berinovasi memberikan karya.
"Oleh karena itu membuat bisnis sampingan atau investasi menjadi keharusan agar tetap bertahan secara finansial jangka panjang. Artis yang mampu survive bukan hanya yang memiliki bakat, tetapi mereka yang mampu mengelola keuangan, berinvestasi, dan beradaptasi menjadi pengusaha," pungkasnya.
(mau/pus)











































