Penyalur ART Tak Gentar Dilaporkan Balik Erin eks Andre Taulany

Penyalur ART Tak Gentar Dilaporkan Balik Erin eks Andre Taulany

Muhammad Ahsan Nurrijal - detikHot
Selasa, 05 Mei 2026 09:09 WIB
ART mantan istri Andre Taulany datangi Polres Jakarta Selatan.
Penyalur ART Tak Gentar Dilaporkan Balik Erin eks Andre Taulany. (Foto: Muhammad Ahsan Nurrijal/detikcom)
Jakarta -

Perselisihan antara Rien Wartia Trigina alias Erin, yang merupakan mantan istri Andre Taulany, dengan penyalur asisten rumah tangga (ART), Nia, semakin memanas. Nia yang dilaporkan balik oleh Erin atas dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial menyatakan tidak keberatan dan siap menghadapi proses hukum yang berjalan.

Nia menegaskan kehadirannya di kediaman Erin pada malam kejadian murni didasari oleh rasa tanggung jawab sebagai penyalur. Ia mengaku mendapatkan laporan langsung dari pekerjanya, Hera, yang meminta pertolongan karena diduga mendapatkan perlakuan kasar.

"Tidak apa-apa. Saya hanya waktu itu kan datang malam-malam kan sesuai laporan pekerja saya. Ini laporan pekerja saya, saya datang malam itu dengan niat baik-baik, etikad baik-baik juga saya datang," kata Nia saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (4/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam keterangannya, Nia juga meluruskan tudingan yang menyebut dirinya membawa aparat untuk mengintimidasi pihak majikan. Menurutnya, kedatangan polisi justru dilakukan setelah mendapatkan arahan dari Erin saat Nia mencoba menjemput Hera secara kekeluargaan namun mendapatkan penolakan.

"Saya sebelum ke situ pun saya gak membawa polisi, dan yang menyuruh melapor ke polsek juga Bu Erin-nya gitu. Karena saya datang ke sana dengan baik-baik saya ingin menjemput pekerja saya lalu dia menyuruh saya untuk diusir, dan saya harus laporan ke polsek," tutur Nia.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, Nia membeberkan situasi yang ia saksikan sendiri di hadapan petugas kepolisian dan petugas keamanan setempat. Ia mengaku mendengar langsung teriakan minta tolong dari Hera yang mengklaim telah mengalami tindakan kekerasan berupa pencekikan dan pencakaran.

"Dari malam itu di depan polisi juga dia (Hera) di sana itu teriak-teriak minta tolong bahwa dia dicekik, dicakar. Jadi kan kita gak mungkin dong ninggalin dia di situ kan, terpaksa saya bawa pulang gitu. Jadi ya Bu Erin membantah itu dengan klarifikasi dia sendiri, tapi saya ada di tempat itu dan dengar sendiri beserta bapak polisi juga," terang Nia.

Nia justru merasa pihak Erin yang telah merusak reputasi bisnis yayasan penyalur ART miliknya dengan menyebut yayasannya bermasalah. Ia menyayangkan langkah hukum yang diambil Erin karena Nia merasa sudah mengikuti prosedur dan aturan yang diminta oleh pihak majikan sejak awal kedatangannya.

"Kalau terjadi apa-apa (kepada ART), saya dong yang salah. Apa tanggung jawab saya sebagai penyalur kalau saya tidak membawa dia pulang," pungkas Nia.

Kasus ini bermula ketika seorang ART bernama Hera melaporkan Erin ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan penganiayaan ringan pada 28 April 2026. Laporan tersebut kemudian menjadi viral setelah Nia, selaku pemilik yayasan penyalur, mengunggah foto Hera dan menceritakan dugaan kekerasan di platform Threads.

Erin membantah keras tuduhan tersebut dan mengklaim memiliki bukti CCTV yang membuktikan tidak ada kekerasan fisik maupun pencekikan. Akibat unggahan di Threads tersebut, Erin melaporkan balik Nia dan Hera atas dugaan fitnah serta pencemaran nama baik melalui media elektronik.




(ahs/mau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads