Rendy Samuel Tanggapi Isu KDRT dan Gugatan Cerai dari Shindy

Rendy Samuel Tanggapi Isu KDRT dan Gugatan Cerai dari Shindy

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Senin, 27 Apr 2026 20:02 WIB
Transformasi Shindy Samuel Usai Operasi Pengecilan Lambung
Rendy Samuel Tanggapi Isu KDRT dan Gugatan Cerai dari Shindy. (Foto: Instagram)
Jakarta -

Rumah tangga Shindy Samuel dan Rendy Samuel tengah berada di ujung tanduk. Shindy diketahui telah mendaftarkan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan.

Menanggapi kabar tersebut, Rendy membenarkan proses perceraian memang sedang berjalan. Namun ia meminta doa terbaik untuk semua pihak, terutama keluarga mereka.

"Ah ya kalau cerai memang itu lagi proses. Lagi proses. Doain sajalah yang terbaik buat kita semua ya. Buat Rendy, buat Bunda, buat anakku, Noah. Gitu," kata Rendy Samuel saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Isu dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) turut mencuat sebagai penyebab perceraian. Menanggapi hal itu, Rendy memilih membantah secara tidak langsung.

"Oke. KDRT ya. Ya kalau misalnya asumsinya seperti itu, mungkin nggak tuh kira-kira gue sama Shindy sampai 9 tahun bertahan sampai sekarang? Gitu saja sih. Jadi biar teman-teman nilailah," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Rendy menegaskan saat ini fokus utama bukan lagi pada perceraian, melainkan masa depan anak.

"Ya pokoknya sekarang fokusnyalah, concern-nya itu sebenarnya bukan cerainya, tapi lebih ke arah gimana kita merawat anaknya. Co-parenting anaknya itu gimana, pola kerja samanya gimana, gitu," ungkapnya.

Saat kembali ditanya soal laporan dugaan kekerasan, Rendy tetap pada pendiriannya.

"Yang tadi sudah dijawab tuh, kalau mengenai dugaan kekerasan nggak mungkinlah sampai 9 tahun 10 tahun ini kita masih bertahan," katanya.

Selain itu, isu soal nafkah sebesar Rp 20 ribu per hari juga sempat ramai diperbincangkan. Rendy menjelaskan kondisi tersebut terjadi di masa sulit ekonomi mereka.

"Jadi waktu itu kita itu tinggal di Kuningan, Jawa Barat. Ya mungkin saat itu memang ekonomi lagi nggak oke gitu. Namanya juga lagi berjuang bersama buat masa depan," jelasnya.

Ia menyebut keputusan berhemat saat itu merupakan kesepakatan bersama demi tujuan jangka panjang.

"Jadi ada kesepakatan, kita nabung nih. Kita nabung, kita berhemat-hemat dulu untuk masa depan kita. Jadi goals-nya itu saat itu memang belum punya mobil dan ingin menabung supaya anak itu ketika lahir sudah ada mobil," lanjut Rendy.

Terkait isu dirinya meminta Rp 30 miliar kepada Shindy, Rendy enggan memberikan penjelasan panjang.

"Nggak apa-apa, nanti itu biar dibuktiin saja sih. Diriku nggak mau jawab banyak-banyak ya. Nanti biar kalau dia bisa membuktikan nggak apa-apa, tinggal dibuktikan saja," pungkasnya.




(fbr/mau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads