Artis Niken Anjani merasakan hal yang berkesan setelah terlibat di film Shutter. Ia jadi mendalami tari Jaipong.
Dalam film Shutter, Niken Anjani berperan menjadi seorang mahasiswi yang jago menari tarian tradisional. Ia mengatakan di situ menari Japati Kembang Kota, karya tarian Jaipong kreasi.
"Sama sekali gak ada ekspektasi, murni hanya mendalami peran, tapi ternyata long the way nyaman banget ya. Aku suka sekali dengan tarian, karena tari tuh gak cuma menari saja, tapi ada filosofinya," ujarnya saat dihubungi, Selasa (21/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Niken Anjani mengakui jadi jatuh cinta sama menari gegara Shutter. Ia selalu menyempatkan waktu untuk latihan tari Jaipong saat waktu kosong.
"Jujur jadi memang aku kayak naro tari jadi cabang olahraga baru buatku. Memang belum bisa jadi rutin, karena itu semua tergantung jadwal kerja aku. Aku tentu lebih fokus sama kerjaan, tapi pada saat aku punya waktu senggang, otomatis olahraga dan menari sudah masuk ke jadwal," tuturnya.
Baca juga: Pesona Niken Anjani Berambut Pendek |
Gegara suka tari Jaipong, Niken Anjani diundang dalam talkshow dan workshop Tari Japati Kembang Kota bertajuk 'Dari Panggung Ke Layar, Menelisik Tubuh Sinematik'. Di situ, ia bertemu dengan para peserta yang antusias dengan tari tradisional.
"Seru banget, senang, aku excited banget karena ternyata antusiasme dari para peserta tinggi banget. Aku benar-benar untuk pertama kalinya perform di atas panggung sama penari-penari itu. Nervous ada, tapi antusias banget," katanya.
Niken Anjani merasa gak salah belajar mendalami tari. Sebab ia merasa hal itu punya kesamaan dengan akting
"Tari itu bukan cuma olah tubuh, tapi juga olah rasa. Itu kayak akting yang gak hanya gerak saja, tapi pakai rasa. Selain itu juga senang saja dengan hal yang baru, apalagi itu tarian tradisional, jadi perlu untuk dilestarikan," pungkasnya.
(mau/wes)











































