Selebgram Clara Shinta mengaku mendapat serangan balik dari perempuan bernama Indah seusai kasus dugaan video call nakal yang sempat ia bongkar viral di media sosial. Ia mengatakan somasi dari pihak Indah Rahmadani diterimanya saat dirinya tengah mencoba menenangkan diri dari polemik yang terjadi.
"Pada saat saya menenangkan diri, mencoba mencerna semua ini, saya meng-update Instagram itu hanya sebagian kecil langkah untuk tetap saya melanjutkan hidup. Saya tidak mau terpuruk. Pada saat sore hari, saya mendapatkan surat somasi dari pihak Indah. Sebelumnya apakah ada langkah hukum yang saya ambil? Tidak, sebenarnya," kata Clara di Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2026).
Clara mengaku awalnya menganggap tindakannya mempublikasikan dugaan video call nakal tersebut sudah menjadi bentuk sanksi sosial bagi Indah. Namun hal itu justru berbalik keadaannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menyadari bahwa saya manusia biasa. Yang saya lakukan dengan mempublikasikan tindak asusila ini, saya rasa sudah cukup untuk menjadi sanksi sosial dan hukuman yang sangat berat untuk saudari Indah," ujarnya.
Di luar dugaan Clara justru mendapat somasi dengan tuntutan ganti rugi bernilai fantastis dari Indah. Bahkan ia menyebut Indah merasa psikisnya terganggu usai fotonya yang telanjang diumbar.
"Tapi ternyata saya mendapatkan perlawanan dari saudari Indah. Saya mendapatkan surat somasi dengan permintaan penggantian ganti rugi atas psikisnya yang terganggu," bebernya.
Ia menyebut nilai ganti rugi yang diminta mencapai Rp 10,7 miliar.
"Psikisnya dan terganggunya pekerjaan saudari Indah dengan nilai yang cukup fantastis, Rp10,7 miliar. Jadi di sini saya dituntut untuk mengganti rugi hal tersebut," lanjut Clara.
Meski mengakui unggahannya menjadi pemicu tuntutan tersebut, Clara menegaskan tidak akan bertindak jika tidak ada kejadian yang ia anggap sebagai pelanggaran. Tapi ia membela diri lantaran suami justru video call nakal dengan Indah.
"Saya menyadari adanya tindakan untuk mengganti rugi tersebut muncul karena tindakan saya mem-posting. Namun, saya juga tidak akan mem-posting sesuatu kalau tidak ada tindak kejahatan yang terjadi pada postingan sebelumnya. Saya tidak membutuhkan viral dengan kasus ini," jelasnya.
Di tengah polemik, Clara juga mengaku memilih menahan diri dari berbagai pekerjaan demi fokus menghadapi masalah yang ada.
"Saya berempati terhadap diri saya untuk tidak mengambil kerja sama apa pun dengan timing yang masih berdekatan dengan kasus ini, kecuali tanggung jawab pekerjaan sebelumnya," katanya.
Clara juga mengungkap kebingungannya sebagai seorang istri menghadapi situasi tersebut.
"Nggak ada satupun istri yang rela melihat suaminya menonton ada perempuan yang bertelanjang di depan dia. Dan saya menyadari kesalahan ini bukan hanya terjadi pada saudari Indah, itu juga terjadi pada suami saya," ungkapnya.
(fbr/mau)











































