Nama Clara Shinta sempat viral usai membongkar dugaan video call nakal suaminya, Muhammad Alexander, dengan perempuan lain bernama Indah. Kini Clara akhirnya buka suara dan menyampaikan permohonan maaf kepada publik.
"Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum, teman-teman semuanya yang sudah pada hadir. Terima kasih sudah ada di sini. Pertama-tama saya mau menyampaikan permohonan maaf saya yang sebesar-besarnya atas tindakan saya, kesalahan saya telah mempublikasikan urusan pribadi saya ke khalayak publik yang tidak pantas untuk kalian konsumsi. Itu adalah salah satu kesalahan yang sangat saya sesali pastinya," ujar Clara di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026).
Clara mengaku saat itu dirinya tidak bisa mengontrol emosi ketika mengetahui dugaan perselingkuhan tersebut. Ia menyebut tindakannya memviralkan kasus tersebut terjadi di luar kendalinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi terlebih daripada itu, tindakan itu juga terjadi di luar kuasa dan kendali saya. Saya tidak dapat mengontrol hal tersebut. Saya mem-posting, saya memviralkan, itu adalah tindakan yang tidak bisa saya kontrol ketika saya mengetahui adanya foto tindakan asusila yang dilakukan oleh suami saya dengan perempuan lain," ungkapnya.
Ia juga mengaku terpukul saat mengetahui kejadian tersebut. Menurutnya, tidak ada istri yang mampu tetap tenang dalam situasi serupa.
"Istri mana sih yang bisa sanggup, bisa berpikir normal, bisa mengatur tindakan ketika mengetahui ada sesuatu yang nggak pantas? Ada perempuan lain yang bertelanjang di depan suami saya. Nggak ada yang rela, nggak ada yang bisa kontrol," bebernya.
Lebih lanjut, Clara mengungkapkan kondisi mentalnya sempat terguncang hebat usai kejadian itu. Ia merasa hidupnya tidak lagi berjalan normal, termasuk dampaknya terhadap anak-anak.
"Pada saat itu saya bertindak dengan hati yang sangat terguncang, jiwa yang sedang kalut. Saya sedih, saya marah, saya luar biasa sakit melihat screenshot di handphone suami saya. Tidak ada yang normal setelah kejadian tersebut," katanya.
"Saya makan, saya mandi, bahkan salat pun, hal itu terus terngiang-ngiang di pikiran saya. Tidak ada kehidupan saya normal setelah kejadian tersebut, termasuk kehidupan anak-anak," sambung Clara.
Clara juga menyebut sempat dilakukan mediasi dengan suaminya yang difasilitasi kuasa hukum mereka, Sunan Kalijaga. Namun, komunikasi di antara keduanya masih belum berjalan baik.
"Kalau ketemu pasti hanya ada saling menyalahkan, bertikai. Jadi di sini Pak Sunan sebagai kuasa hukum saya berperan membantu saya menghadapi kasus ini, sekaligus sebagai teman baik kami berdua. Makanya kemarin ada mediasi," jelasnya.
Ia menambahkan kondisi tersebut turut berdampak pada anak-anak mereka yang mulai mempertanyakan keberadaan sang ayah.
"Anak-anak pasti bertanya bapaknya di mana. Dengan keadaan orang tuanya seperti ini, pasti terasa dampaknya ke anak-anak kami," pungkasnya.
(fbr/mau)











































