Grup lawak legendaris Patrio yang beranggotakan Parto, Akri, dan Eko kini jarang terlihat tampil bersama dalam satu panggung. Kesibukan masing-masing anggota, terutama Eko di dunia politik, membuat pertemuan mereka menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam sebuah momen pertemuan baru-baru ini, Akri mengungkapkan kerinduan mendalam untuk kembali berkarya bersama dua rekannya tersebut. Akri secara terbuka mengajak Eko dan Parto untuk menanggalkan sejenak citra serius mereka di ruang publik dan kembali ke akar mereka sebagai komedian.
"To, Mas Eko. Ngelawak yuk. Kangen. Artinya gini, kita capek jadi munafik, jujur aja. Termasuk saya ya, saya merasa bahwa kita capek loh, jadi munafik tuh capek," kata Akri dilihat dari channel Trans7 Official, Minggu (5/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Akri, dunia komedi adalah tempat di mana ia bisa menjadi diri sendiri dengan jujur tanpa harus menjaga citra. Ia merasa lelah dengan ekspektasi publik yang sering kali mengistimewakan dirinya karena status sosial atau jabatan, padahal ia merasa dirinya hanyalah manusia biasa.
"Bukan kita bohong, tapi kita sudah merasa diistimewakan sama orang, padahal kita bukan siapa-siapa. Apa sih istimewanya kita? Cuma makhluk hidup terus punya nama besar Allah kasih, selesai," tutur Akri.
Akri kemudian menggambarkan grup Patrio layaknya sebuah rumah besar yang telah mereka bangun bersama sejak awal karier. Menurutnya, rumah tersebut kini terbengkalai karena ditinggalkan oleh para penghuninya yang sibuk dengan urusan masing-masing.
"Ada Patrio tuh rumah besar yang kerap kita milikin sama-sama, sekarang kita tinggal rumah itu gitu lho. Udah bocor, udah nggak dibersihin, yuk bareng pulang ke rumah itu kita rapi-rapi kita nyapu," terang Akri.
Meskipun sudah lama tidak aktif secara grup di layar kaca, Akri meyakini nama besar Patrio masih memiliki daya tarik dan nilai jual yang tinggi di industri hiburan tanah air.
"Patrio masih layak jual loh. Masih layak jual, cuma gak tahu siapa yang layak belinya," ucapnya.
Menanggapi ajakan tersebut, Parto mengakui adanya kerinduan yang sama. Namun, ia juga menyadari menghidupkan kembali Patrio bukanlah perkara mudah, mengingat posisi Eko Patrio saat ini yang memiliki pengaruh besar di bidang lain.
"Bisa dong kita Patrio dihidupkan lagi. Punya kuasa, punya duit. Teman-teman rindu cuma ngelawak lagi bareng-bareng," ujar Parto.
(ahs/pus)











































