Jebolan Indonesia Mencari Bakat, Belda, memiting bule WN Rusia di Bali. Belda nekat melakukan itu bukan tanpa alasan.
Cowok yang dikenal dengan nama Belda Brig Sando itu jadi perhatian setelah videonya memiting bule yang mabuk di pinggir jalan viral. Bule yang mengaku berasal dari Rusia itu tak berkutik dalam pitingan Belda.
"Ini adalah bule yang mabuk dan menyentuh perempuan itu tanpa ada rasa hormat," begitulan ucapan Belda saat memiting bule tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada pro dan kontra terkait tindakannya. Belda pun menyadari tindakannya akan menuai beragam komentar. Oleh karena itu, dalam video penjelasan yang diunggahnya, Belda juga menyampaikan permintaan maaf.
"Aku hanya manusia biasa. Aku sangat menyesal tentang apa yang terjadi," ucap Belda dalam video yang diunggah ke reels pribadinya dilihat pada Minggu, (5/4/2026).
Namun, ada alasan penting dari aksi spontanya itu. Cowok yang kini juga aktif sebagai atlet MMA itu mengaku sedang jalan pulang di kawasan Uluwatu usai menghadiri Uluwatu Fight Night. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.30 WITA.
"Jadi pria ini sudah mencari masalah pada banyak perempuan di jalan," tuturnya.
Bule tersebut dikatakan Belda melakukan hal yang gak senonoh dengan meraba bagian sensitif perempuan di jalan. Selain itu, bule tersebut juga berjalan di tengah jalan, berusaha menghentikan pengendara di jalan serta memukul kepala para pengendara.
"Sesuatu seperti itu aku melihatnya. Ya, itu reaksi saya," kata Belda.
"Aku hanya langsung lari ke arahnya karena sudah sangat gak suka dengan apa yang dia lakukan. Aku cukup sadar seratus persen, jadi itu sebabnya aku bisa mengendalikan semuanya. Aku gak mau menyakitinya karena tahu ia mabuk," jelasnya,
Belda hanya bermaksud menghentikan dan memberikan pelajaran pada bule tersebut. Dia sadar banyak yang menilai dirinya terlalu kasar dan khawatir.
Pendiri Zando Fight Club atau Zando Fight Camp itu memahami batasan dirinya bisa melakukan teknik kuncian seperti itu tanpa membahayakan lawannya.
"Bagaimana Sesudahnya ia dibangunkan. lalu begitu pula aku bisa mengatakan maaf. Ia mengatakan maaf padaku dan tentu saja aku minta maaf padanya," tukas Belda.
Belda menegaskan penduduk di Bali sangat baik. Mereka beradaptasi degan sikap para turis yang berbeda-beda.
"Namun, tetap jaga untuk menghormati. Menghormati orang lokal kepada siapa saja. Saling menghormati menjaga Bali tetap hebat," tutup Belda.
(pus/tia)











































