Aktris Feby Febiola telah lama menanggalkan hiruk-pikuk kehidupan ibu kota demi menetap di Pulau Dewata. Terhitung sudah 10 tahun lamanya ia memilih Bali sebagai tempat tinggal utama bersama sang suami, Franky Sihombing. Dalam keseharian di sana, ia mengaku menjalani kehidupan yang jauh dari kesan glamor dunia hiburan.
Feby Febiola menjelaskan, statusnya sebagai selebritas seolah luntur saat berada di Bali. Ia lebih menikmati peran barunya, sebagai seorang istri dan menjalani rutinitas harian layaknya warga lokal pada umumnya.
"Saya orang biasa aja di Bali, tidak sebagai seorang artis ataupun apa ya kayak selebriti gitu ya. Kehidupan seperti biasa, sebagai seorang istri dan mendampingi suami yang pastinya," kata Feby Febiola saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan untuk tetap bertahan di Bali selama satu dekade terakhir bukan tanpa alasan. Bintang sinetron Tersanjung itu, merasa memiliki keterikatan batin yang kuat dengan lingkungan tempat tinggalnya sekarang. Ia juga mempercayai, anggapan mengenai bagaimana seseorang bisa bertahan lama tinggal di pulau tersebut.
"Sampai saat ini sih masih di Bali. Kenapa lebih enjoy di Bali ketimbang Jakarta mungkin... pertama karena, memang saya sudah sekitar 10 tahun di sana. Jadi katanya, ada yang bilang Pulau Bali itu memilih orang yang tinggal di sana gitu," tuturnya.
Meski hidup jauh dari industri hiburan, aktris berusia 47 tahun itu merasa kualitas hidupnya jauh lebih meningkat. Namun, ia menekankan ketenangan yang didapatkan saat ini bukan semata-mata karena faktor lokasi Bali yang indah, melainkan hasil dari proses pendewasaan diri dan cara pandangnya terhadap hidup.
Baca juga: Doa Penggemar Vidi Aldiano untuk Sheila Dara |
"Kalau saya belajar ketenangan itu sebetulnya kan bukan dari keadaan kita, tapi bagaimana kita bisa menyikapi kondisi sekitar saya gitu kan. Mungkin kalau sekarang, saya bilang saya tenang mungkin lebih ke faktor umur kali ya. Bukan kepada di mana saya berada gitu," jelasnya.
Baginya, kondisi hati jauh lebih penting daripada tempat seseorang berada. Ia merasa sudah berada di fase hidup yang berbeda dibandingkan saat masa keemasannya di dunia keartisan dahulu. Kedamaian yang dirasakan saat ini, merupakan bentuk adaptasi internal yang berhasil dicapai seiring bertambahnya usia.
"Karena, menurut saya ketenangan sekarang bukan harus di Bali atau di Jakarta, tapi dari hati," pungkasnya.
(ahs/wes)











































