Aktor Ammar Zoni membuka masa-masa kelam dalam hidupnya saat membacakan nota pembelaan (pledoi) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026). Ammar menceritakan bagaimana dirinya merasa kosong di tengah popularitas yang dimiliki.
Dalam pledoinya, Ammar menceritakan perjalanan hidupnya dari masa lalu hingga kariernya sebagai artis. Namun, ia mengaku di balik popularitas, dirinya justru merasakan hampa dan mengalihnya dengan memakai narkoba.
"Di dalam semua kesenangan, kemewahan serta popularitas, entah kenapa saya selalu merasa kosong. Saya selalu merasa ada yang kurang," ujar Ammar di persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Entah kenapa saat saya memakai narkoba, saya merasa rasa kosong itu terisi... seakan-akan membuat saya tenang," ungkapnya.
Ammar menegaskan dirinya menggunakan narkoba bukan untuk bersenang-senang. Dia mengonsumsi narkoba untuk diri sendiri.
"Saya lebih menyendiri.... Saya seperti lebih hidup," katanya.
Menurut cowok berusia 32 tahun itu, tekanan sebagai public figure turut memperburuk kondisinya. Ia merasa harus selalu tampil sempurna di depan kamera. Oleh karena itu, dia merasa butuh barang 'haram' tersebut.
Ia menyadari kondisinya membutuhkan bantuan profesional seperti psikolog. Namun, dia takut membuka diri.
"Seharusnya sejak dulu saya ke psikiater atau psikolog. Namun, saya takut semua orang tahu kelemahan saya," aku Ammar.
Ammar menyinggung kasus narkoba pertamanya pada 2017. Namun, setelah menjalani rehabilitasi, dirinya merasa masih ingin mengonsumsi narkoba.
"Saya belajar banyak di rehab. Namun, setelah keluar, 6 bulan, setahun, 2 tahun, saya tetap saja membutuhkan barang itu. Saya tidak bercerita kepada Bapak atau pasangan saya waktu itu. Saya malah menutup rapat-rapat," cerita bintang film Madu Murni itu.
Kehilangan Si Kembar Membuat Ammar Zoni Terpuruk Lagi
Dalam pledoi, Ammar Zoni menyinggung pernikahannya terdahulu dengan Irish Bella. Kala itu dirinya juga sempat akan dikaruniai bayi kembar.
"Saat kami dianugerahi bayi kembar, saya berjanji tidak akan konsumsi (narkoba) lagi," katanya.
Namun, kebahagiaan itu berubah menjadi duka ketika si kembar meninggal saat lahir. Peristiwa itu membuatnya kembali terpuruk dan kembali menggunakan narkoba diam-diam.
"Dua putri bayi kembar kami meninggal saat dilahirkan, tepat di mata saya. Narkoba lagi jadi pelarian dan itu kesalahan fatal," aku Ammar Zoni.
Meski sempat bangkit setelah si bungsu lahir, Ammar mengaku justru kembali masuk dalam lubang hitam narkoba saat berada di luar negeri.
"Saat kerja di Thailand, di sana ganja legal. Saya relaps lagi, jatuh lagi," akunya.
Ditangkap karena narkoba untuk kedua kalinya, Ammar sadar mantan istri dan anak-anaknya kena imbas. Hal itu membuatnya terpukul. Ammar merasa selalu kalah untuk melawan kecanduannya.
Irish Bella Gugat Cerai dan Titik Terendah Hidup Ammar Zoni
Puncak keterpurukan Ammar Zoni terjadi saat Irish Bella mengajukan gugatan cerai. Saat itu Ammar tegas menolak cerai.
"Kabar yang saya terima dari mantan istri saya, yaitu keinginannya untuk bercerai... tentu saja saya menolak," ujarnya.
"Saya tidak akan ada kata bercerai di hidup saya," sambungnya.
Meskipun ia sudah memohon, keputusan Irish Bella saat itu untuk berpisah gak berubah.
"Saya sudah meminta maaf, memohon, menangis meminta kesempatan, tetap tidak mengubah tekadnya. Inilah titik terendah saya," tuturnya.
"Di pikiran saya, saya tidak pantas, saya hanya pecandu. Namun, di hati saya bertanya, kenapa orang sakit justru ditinggalkan?" ujarnya.
Ia pun kembali terjerumus narkoba hingga ditangkap untuk ketiga kalinya. Menurutnya, lengkap sudah kekecewaan istri atas tindakan bodoh Ammar Zoni.
Ammar menyebut tekanan semakin berat akibat hujatan publik. Namun, pukulan terbesarnya datang dari kehilangan sang ayah.
"Yang membuat saya semakin hancur adalah kepergian satu-satunya orang yang selalu berdiri di belakang saya... orang itu adalah bapak saya sendiri," pungkasnya.
(fbr/pus)











































