Dian Sastro Ingin Jadi Wartawan di Irak
Sabtu, 29 Sep 2007 09:49 WIB
Jakarta - Bintang film 'AADC', Dian Sastro mengungkapkan ketertarikannya terhadapdunia jurnalistik. Ia memandang bahwa profesi wartawan adalah pekerjaanyang menantang. Ia mengaku siap jika ada yang menawarinya menjadiwartawan."Orang yang punya dedikasi besar untuk mengungkap sebuah kebenaran dandisampaikan kepada masyarakat, itulah tugas besar seorang jurnalis,"jelasnya saat ditemui di peluncuran buku '168 Jam Dalam Sandera', karyaMeutya Hafid, di Prambanan Room, Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (28/9/2007).Gadis kelahiran Jakarta 16 Maret 1982 itu mengaku tertarik pertama kalidengan dunia jurnalistik saat dirinya membintang film 'Dunia tanpa Koma'.Di film itu ia memang memerankan seorang wartawan perempuan.Ketertarikannya terhadap profesi 'kuli tinta' itu bertambah saat dirinyamembaca buku '168 Jam Dalam Sandera' yang isinya menceritakan pengalamanMeutya Hafid ketika menjadi sandera di Irak. Bahkan ia sempat emosionalketika baru membaca bagian awal buku tersebut. " Aku juga sangat sedihbisa membaca kisah Mbak Meutya dimana dia harus laporan sebagai wartawansedangkan pada saat itu dirinya sedang menjadi korban, ini sangatdilematis menurut aku untuk seorang jurnalis," ujarnya.Setelah membaca buku tersebut, Dian malah tertarik untuk alih profesimenjadi wartawan. Tapi lanjutnya menjalani profesi wartawan hanya akan ialakoni jika ia ditawari peran dalam sebuah film yang menceritakankisah Meutya Hafid di Irak. (fta/fta)











































