×
Ad

Aurelie Moeremans Minta Pembaca Tak Spekulasi dan Bully Sosok di Broken Strings

Desi Puspasari - detikHot
Senin, 19 Jan 2026 05:10 WIB
Foto: Dok. Instagram Aurelie Moeremans
Jakarta -

Memoar Aurelie Moeremans berjudul Broken Strings menjadi sorotan publik dalam sepekan terakhir. Dalam buku tersebut, Aurelie menuliskan pengalaman pahitnya sebagai korban child grooming yang dialaminya saat berusia 15 tahun.

Seiring viralnya buku tersebut, sejumlah netizen mulai berspekulasi mengenai sosok-sosok yang muncul dalam cerita Aurelie. Nama Roby Tremonti ikut menjadi perhatian setelah ia merasa tersindir dengan karakter Bobby dalam buku tersebut.

Tak hanya itu, netizen juga ramai menduga-duga identitas karakter lain seperti Jo, Mama Jo, Kelly, Milo, Zane, hingga Tom. Menanggapi hal tersebut, Aurelie Moeremans menyampaikan pesan tegas melalui akun Threads miliknya agar pembaca tidak berasumsi apalagi sampai melakukan perundungan.

"Please.... Aku mau minta satu hal notes penting soal Broken Strings. Tolong jangan membully atau menyerang karakter-karakter yang ada di dalam buku, apalagi kalau itu masih sebatas tebakan-tebakan," tulis Aurelie Moeremans, Minggu (18/1/2026).

Ia menegaskan bahwa banyak asumsi yang beredar belum tentu benar dan justru membuatnya merasa tidak nyaman.

"Banyak asumsi di luar sana yang belum tentu benar, dan jujur aku nggak enak bacanya," sambungnya.

Bintang film Story of Kale: When Someone's in Love itu meminta pembaca untuk kembali pada tujuan utama penulisan bukunya, yakni berbagi pengalaman dan proses penyembuhan, bukan mencari sosok nyata di balik karakter.

"Fokus dari cerita ini bukan untuk mencari siapa-siapa di dunia nyata, bukan untuk menghakimi, apalagi mengeroyok. Fokusnya adalah pengalaman, luka, dan proses penyembuhan yang aku bagikan dengan sangat jujur," ungkapnya.

Aurelie juga menanggapi kemungkinan adanya pihak yang mengaku sebagai karakter dalam bukunya. Menurutnya, hal tersebut adalah urusan pribadi masing-masing, namun ia menegaskan agar publik tidak menyerang berdasarkan spekulasi.

"Kalau ada orang yang mengaku sendiri sebagai karakter tertentu, itu urusan masing-masing ya, kalian bebas berpendapat soal itu. Tapi kalau hanya menebak-nebak dan lalu menyerang, plis jangan," tegas Aurelie.

Perempuan yang tengah menanti kelahiran anak pertamanya itu menutup pesannya dengan harapan agar ruang diskusi seputar bukunya tetap aman dan penuh empati.

"Aku nulis buku ini bukan untuk menciptakan target baru buat di-bully. Aku menulis karena ingin membuka mata, memberi awareness, dan semoga bisa membantu orang lain yang pernah berada di posisi yang sama. Let's keep this space kind, aman, dan penuh empati," pungkasnya.



Simak Video "Video Respons Pihak KPAI soal Memoar 'Broken Strings': Menolong Masyarakat "

(pus/nu2)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork