Sosok Aurelie Moeremans Korban Child Grooming Dalam Broken Strings

Sosok Aurelie Moeremans Korban Child Grooming Dalam Broken Strings

Tim detikcom - detikHot
Rabu, 21 Jan 2026 16:52 WIB
Sosok Aurelie Moeremans Korban Child Grooming Dalam Broken Strings
Aurelie Moeremans Foto: Instagram @aurelie
Jakarta -

Aurelie Moeremans mencuri perhatian usai menulis memoar tentang masa lalunya menjadi korban child grooming dalam buku Broken Strings. Siapa Aurelie Moeremans? Yuk mengenalnya lebih dekat lagi.

Siapa Aurelie Moeremans? Aktris di Balik Buku Broken Strings

Aurelie Moeremans adalah aktris, penyanyi, dan model Indonesia yang dikenal lewat berbagai film, sinetron, dan serial. Namanya semakin dikenal luas karena perannya di film layar lebar serta kehadirannya yang konsisten di industri hiburan Tanah Air.

Aurelie Moeremans Lahir Kapan dan dari Mana?

Aurelie Moeremans lahir pada 8 Agustus 1993 di Brussel, Belgia. Ia merupakan aktris berdarah campuran Belgia-Indonesia yang kemudian berkarier di dunia hiburan Indonesia sejak remaja setelah memenangkan kompetisi modeling di Bandung dan mulai aktif sebagai model serta pemain sinetron dan film.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aurelie Moeremans Dikenal Lewat Film dan Sinetron Apa?

Aurelie dikenal lewat sejumlah judul populer, antara lain:

ADVERTISEMENT
  • Foxtrot Six
  • Story of Kale: When Someone's in Love
  • Gas Kuy
  • Berbagai sinetron dan FTV yang membuat namanya lebih dulu dikenal publik.

Apakah Aurelie Moeremans Juga Berkarier di Musik?

Ya. Selain akting, Aurelie Moeremans juga dikenal sebagai penyanyi. Aurelie Moeremans merilis lagu solo berjudul "Here We Are", yang menjadi single perdananya sebagai penyanyi. Aurelie juga pernah berduet dengan Ardhito Pramono dalam lagu "I Just Couldn't Save You Tonight", yang menjadi OST film Story of Kale: When Someone's in Love.

Kenapa Nama Aurelie Moeremans Lagi Ramai Dibicarakan?

Nama Aurelie Moeremans kembali jadi sorotan setelah memoar berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth yang ia tulis viral di media sosial. Buku tersebut mengungkap pengalaman traumatis masa remajanya dan memicu diskusi publik luas tentang isu child grooming dan perlindungan anak.

Apa Tujuan Aurelie Moeremans Membagikan Kisah Tersebut?

Aurelie menegaskan bahwa kisahnya dibagikan bukan untuk sensasi, melainkan sebagai bentuk edukasi dan penyadaran publik. Ia berharap ceritanya bisa membantu korban lain merasa tidak sendirian dan mendorong diskusi soal perlindungan anak.

Apakah Isu Ini Berdampak pada Karier Aurelie Moeremans?

Sejauh ini, perhatian publik justru lebih tertuju pada keberanian Aurelie berbicara dan kontribusinya dalam membuka diskusi sosial. Namanya kembali relevan, bukan hanya sebagai aktris, tetapi juga sebagai penyintas yang bersuara.




(pus/pus)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads