Dhani 'Dewa' Dikagumi Jendral Amerika

Ceramah Soal Islam

Dhani 'Dewa' Dikagumi Jendral Amerika

- detikHot
Sabtu, 07 Okt 2006 12:02 WIB
Dhani Dewa Dikagumi Jendral Amerika
Washington DC - Pentolan Dewa, Ahmad Dhani ternyata tak hanya piawai mencipta lagu. Suami Maia 'Ratu' itu juga mampu berorasi seperti idolanya Soekarno. Orasi Dhani soal Islam di sebuah simposium di Amerika Serikat diminati Jendral-jendral negeri Paman Sam."Saya adalah satu-satunya speaker yang mendapat standing ovation dari jenderal-jenderal yang hadir di sana," ujar Dhani berbangga diri saat dihubungi koresponden detikhot di Washington DC, Endang Isnaini Saptorini, disela-sela kesibukan berbuka puasa di New York, Jumat (6/10/2006)."Tahu nggak kenapa? Karena saya ngomong sesuatu yang tidak ada di buku. Mereka semua adalah intelektual yang belajar dari buku...apa yang saya sampaikan sebagian besar tidak ada di buku...itu yang membuat saya berbeda dari speaker yang lain," lanjut Dhani lagi-lagi mengungkapkan kebanggannya.Pelantun 'Sedang Ingin Bercinta' itu tak bisa menyembunyikan kegembiraanya. "Pokoknya saya banggalah sebagai orang Indonesia dan jadi bintang pada simposium itu. Saya merasa seperti Soekarno waktu pidato di depan US Conggres,"imbuhnya. Memenuhi undangan dari Admiral Timothy J.Keating, USN, Commander, NORAD-USNORTHCOM (North American Aerospace Defense Command-US Northern Command), pria yang belum lama ini digosipkan menikah siri dengan Mulan 'Ratu itu berbicara mengenai pentingnya pemerintah Amerika mengenal lebih jauh tentang Islam dan radikalisme Islam. Ia juga mengajak peserta simposium untuk mengenal lebih jauh sufisme, sebuah aliran Islam yang lebih mengedepankan harmonisasi kehidupan manusia dan Tuhan. "Selama ini Jendral-jenderal Amerika mendapat informasi yang salah tentang Islam, bahkan ada Jendral yang marah-marah kepada pemerintah AS karena tidak pernah ada yang memberikan informasi tentang sufism," papar nya. Ahmad Dani hadir dan menjadi pembicara mewakili LibForAll Foundation, kelompok Islam progresif yang didirikan oleh Gus Dur. Misi utama Dhani hadir dalam simposium itu agar tidak ada lagi kesalahpahaman antara orang Islam Indonesia yang menganggap Amerika membenci Islam dan orang Amerika yang tidak mengerti Islam sesungguhnya. "Sebenarnya akan terjadi hubungan yang harmonis bila kedua belah pihak saling mengenal, karena di USA, Islam sangat dihargai sebagai agama yang besar. Hanya USA tidak setuju dengan radikalisme Islam, karena ajarannya sangat mirip dengan komunisme, yang menganggap ideologinya yang paling benar," tandas Dhani. Departemen Keamanan Dalam Negeri Amereka Serikat tertarik kepada cara Dewa melakukan promosi toleransi seperti yang dilakukan dalam lirik 'Laskar Cinta'. Dalam lirik lagu tersebut Dewa berani memasukkan ayat Al Qur'an yang melarang umat untuk memaksakan kehendaknya dan berlaku otoriter terhadap umat yang lain.Tahun 2007, dijelaskan Dhani, rencananya Dewa akan merilis Laskar Cinta dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Arab, India, Swahili, Bengali dan Inggris. (eny/eny)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads