Via Vallen Pertahankan Janin Tak Berkembang yang Berujung Fatal

ADVERTISEMENT

Via Vallen Pertahankan Janin Tak Berkembang yang Berujung Fatal

Desi Puspasari - detikHot
Rabu, 26 Okt 2022 10:47 WIB
Via Vallen
Via Vallen ceritakan akibat fatal dirinya keukeuh pertahankan janin tak berkembang. Foto: Instagram @viavallen
Jakarta -

Via Vallen selama janinnya bermasalah kerap membagikan kabar di media sosial. Keukeuh pertahankan janinnya yang tak berkembang, Via Vallen akhirnya ikhlas melepas.

Aksi yang dilakukan Via Vallen diharapkan tidak dicontoh. Hal seperti ini juga bisa membahayakan untuk ibu yang mengandung.

detikcom sempat beberapa kali menghubungi Via Vallen melalui manajemen maupun pesan singkat. Akan tetapi, tetap tak mendapat respons. Kini, Via Vallen membeberkan ceritanya di media sosial.

Dia menuliskan sejak melakukan USG pada 1 Oktober, janinnya berusia 8 minggu. Akan tetapi, janin tak ada detak jantung dan tak bergerak. Dokter sudah menyatakan janin tak berkembang dan harus dikuret. Akan tetapi, Via Vallen menolak.

Mencoba cari pendapat dokter lain, 3 Oktober Via Vallen datang ke dokter kandungan lainnya dan hasilnya tetap sama.

"Dokter juga menyarankan kuret, tapi aku tetap nggak mau. Akhirnya dikasih obat buat keluarin anaknya karena katanya mau ditunggu kayak apa pun juga ya nggak bakal berkembang atau hidup lagi," tulis Via Vallen dalam reels Instagram yang dia unggah, Rabu (26/10/2022).

"Tapi, sebagai ibu aku mau nunggu keajaiban. Karena ternyata banyak juga yang pernah punya pengalaman kayak aku, tapi masih ditunggu. Sampai akhirnya bayinya bisa lahir dengan sehat dan selamat. Jadi aku memilih untuk nggak minum obatnya dan menunggu janin ini berkembang," sambungnya.

Akan tetapi, Via Vallen terus kepikiran dengan janinnya. Dia memilih pergi ke spesialis fetomaternal. Hasilnya sama dan dianjurkan untuk dikuret.

Tetap tak mau melakukan saran dokter, Via Vallen justru memutuskan tak lagi mau datang ke dokter sampai akhir tahun karena tak ingin mendengar hal yang tak sesuai harapannya.

"Tapi, tiba tanggal 16 Oktober aku mulai keluar warna coklat. Akhirnya mau nggak mau aku harus ke dokter memastikan janinku nggak kenapa-kenapa. Ternyata hasilnya sama usia masih 8 minggu, tanpa detak, tanpa gerak makin diperjelas dengan nggak ada aliran darah di janinku," ungkapnya.

"Dokter pun bilang ternyata janinku sudah meninggal dari satu bulan yang lalu," lanjut Via Vallen.

Dokter kembali menyarankan kuret. Via Vallen tak bisa bicara apa-apa, berusaha ikhlas. Pada 19 Oktober dirinya mengeluarkan flek. 20 Oktober dia menerima tawaran off air di Jakarta.

Di sinilah pengalaman buruk dirasakan betul Via Vallen. Awalnya tak merasakan sakit, akhirnya Via mengalami sakit yang sangat pada perutnya dengan durasi 10 detik setiap dua menit sekali.

"Bayangin saja aku masih bisa tahan dan tetap nyanyi. Ini nggak tahu karena aku yang nggak sayang sama diri sendiri atau memang akunya yang kelewat kuatnya," kata Via Vallen.

[Gambas:Instagram]



Chevra Yolandi sudah memintanya pulang dan ke dokter Via Vallen tetap tak mau. Dia memilih menyelesaikan jobnya meski menahan sakit hingga merasakan sakit yang tak lagi bisa ditahan saat pulang ke hotel.

Sesampainya di hotel Via Vallen yang keukeuh tak mau dibawa ke dokter mengeluarkan darah. Kondisi itu membuatnya lemas dan pingsan.

Chevra Yolandi yang sudah sangat panik dituliskan Via Vallen masih menunggunya sadar sambil terus menelepon dokter dan ambulance. Terasa lama menunggu ambulance akhirnya Chevra membawa Via ke rumah sakit dengan mobil.

"Di situ ternyata tensiku cuma 60, tanganku diinfus dua-duanya detakku di monitor. Kondisiku di situ sudah kayak orang kritis, biar infusnya sudah sampai dua tensi masih nggak stabil, habis naik sedikit turun lagi. Aku nggak nyangka bisa sefatal ini," sesal Via Vallen.

Sesampainya di rumah sakit dokter tetap meminta dilakukan tindakan kuret agar Via Vallen tak lagi merasakan sakit. Chevra memaksa Via Vallen untuk menyetujui hal itu.

"Dokter bilang, 'Kenapa baru dibawa ke RS, sampai tensinya 60 termasuk telat ini. Kata dokter juga kondisiku nggak akan membaik kecuali dikuret untuk menghentikan pendarahan dan sakit di perutnya. Akhirnya suamiku bilang, 'Ayo Mi kuret aja ya Mi kondisimu lebih penting Mi biar nggak sakit lagi.' Akhirnya aku mengiyakan suamiku," ungkapnya.

Via Vallen mengaku tak menyangka mempertahankan janin tak berkembang bisa separah ini.

"Beneran ga nyangka mempertahankan janin yg ga berkembang bakal sefatal ini Pas pingsan, nafas udah tersengal sengal kek orang ngorok Tensi cuma 60, HB juga cm 6 Sampe harus di transfusi 4 kantong darah. Alhamdulillah masih bisa terselamatkan. Makasih suamiku udah nyemangatin terus," tulis Via Vallen.



Simak Video "Pesan Menyentuh Via Vallen Ikhlaskan Kepergian Calon Buah Hati"
[Gambas:Video 20detik]
(pus/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT