Siapa Sebenarnya Daniel Mananta?

ADVERTISEMENT

Hot Questions

Siapa Sebenarnya Daniel Mananta?

M. Iqbal Fazarullah Harahap - detikHot
Jumat, 07 Okt 2022 11:31 WIB
Jakarta -

detikHOT bertemu dengan Daniel Mananta di restoran miliknya bernama Padamu Negeri. Sama seperti usahanya yang sudah lebih dulu berdiri, DAMN! I Love Indonesia. Dia juga memiliki bisnis hotel kreatif bernama Cartel (Creative Rest-Art Hotel), di mana dia bekerjasama dengan lebih dari 20 kreator Indonesia, sebut saja Tahilalats, Darbotz, untuk mendekorasi setiap kamarnya. Ketiganya memiliki unsur nasionalisme yang kental.

Di sisi lain, jutaan penonton televisi juga meyakini bahwa Daniel adalah seorang pembawa acara yang kondang. Kadang dia bergaya funky ketika menjadi VJ MTV kembali ke 20 tahun silam, bisa juga elegan dengan sentuhan komedi di ajang pencarian bakat Indonesian Idol.

Pada generasi yang terbaru, atau setidaknya pada lebih dari tiga juta pengikutnya di Instagram dan YouTube mengidolakan Daniel sebagai sosok yang inspiratif. Berwawasan luas atas nilai-nilai kehidupan juga ketakwaan. Predikat sebagai family man juga disandang dengan baik melalui berbagai konten penuh kasih dan kemesraan.

Melalui ragam karier profesional dan kegiatannya, Daniel Mananta punya satu benang merah yang terhubung, mengikat dan menyatukannya untuk terus bisa berdiri sebagai satu kesatuan. Daniel adalah seorang penghubung. Apa maksudnya?

"Mendefinisikan gue itu benang merahnya cuma satu, yaitu communicator. Apapun yang gue lakukan itu adalah sebuah komunikasi. Misalnya, merek baju gue itu dengan narasi utama DAMN! I Love Indonesia itu sebuah pernyataan komunikasi. Gue sebagai seorang presenter, mengkomunikasikan sesuatu. Di YouTube, gue mengkomunikasikan nilai-nilai. Di film, gue juga sedang menyatakan pandangan gue atas sesuatu."

Daniel ManantaDaniel Mananta Foto: Pradita Utama/detikcom

"Payung gue adalah komunikasi, entah lo mau sebutnya apa. Walaupun kadang gue nggak muncul di depan layar, intinya gue mau mengkomunikasikan sebuah pesan lewat hal tersebut."

Mengatakan diri sebagai seorang penghubung atau communicator, sepertinya bukan tanpa konsekuensi. Daniel harus mempertanggungjawabkan ucapannya lewat tindakan.

Selanjutnya Daniel Mananta cerita soal

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT