Kritik Polisi Hedon Najwa Shihab Bukan Kaleng-kaleng

ADVERTISEMENT

Round Up

Kritik Polisi Hedon Najwa Shihab Bukan Kaleng-kaleng

Tim detikcom - detikHot
Minggu, 25 Sep 2022 05:30 WIB
Najwa Shihab menjadi pembicara di USAHID, Jakarta, Rabu (7/9/2022). Acara OSMARU (Orientasi Studi Mahasiswa Baru) Universitas Sahid ini digelar secara offline pertama kali pasca pandemi.
Najwa Shihab tak asal bicara kritik gaya polisi hedon. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Najwa Shihab tak lepas dari kritik usai menyuarakan pendapatnya tentang polisi hedon. Ada yang keberatan Najwa Shihab menyebut polisi bukan oknum, juga ada yang mendukungnya.

Bahkan sosok seperti Nikita Mirzani juga ikut mengomentari kritikan Najwa Shihab. Namun, Najwa Shihab punya pegangan atau bukti dalam argumentasinya.

Termasuk menyoal kritiknya terhadap gaya hedon polisi. Najwa Shihab berpegang pada peraturan larangan pamer kemewahan bagi anggota Polri. Ada 7 poin larangan pamer kemewahan bagi anggota Polri dan keluarga yang tercatat dalam ST/30/Xi/Hum.3.4/2019/Divpropam, yaitu:

1. Tidak menunjukkan, memakai, memamerkan barang-barang mewah dalam kehidupan sehari-hari baik dalam interaksi sosial di kedinasan maupun area publik.

2. Senantiasa menjaga diri, menempatkan diri pola hidup sederhana di lingkungan institusi Polri maupun kehidupan bermasyarakat.

3. Tidak mengunggah foto atau video pada medsos yang menunjukkan gaya hidup yang hedonis karena dapat menimbulkan kecemburuan sosial.

4. Menyesuaikan norma hukum, kepatutan, kepantasan, dengan kondisi lingkungan tempat tinggal.

5. Menggunakan atribut Polri yang sesuai dengan pembagian untuk penyamarataan.

6. Pemimpin Kasatwil, perwira dapat memberikan contoh perilaku dan sikap yang baik, tidak memperlihatkan gaya hidup yang hedonis terutama Bhayangkari dan keluarga besar Polri.

7. Dikenakan sanksi yang tegas bagi anggota Polri yang melanggar.

Najwa Shihab juga memberikan contoh lewat kehidupan Jenderal Hoegeng yang dia sampaikan dalam channel YouTube pribadinya. Najwa Shihab merujuk pada jokes Gus Dur yang menyebut hanya ada 3 polisi jujur di Indonesia, satu itu patung polisi, dua adalah polisi tidur, dan ketiga adalah polisi Hoegeng atau Jenderal Hoegeng.

Berbekal hasil perbincangannya dengan istri almarhum Jenderal Hoegeng yang dia panggil Eyang Meri, betapa mantan Kapolri itu sangat menjaga amanah agar tidak terjerumus dalam konflik kepentingan.

Di halaman selanjutnya, Najwa Shihab bicara makna inspiratif.


Saksikan juga Sudut Pandang: Tidak Ada Gereja di Kota Baja

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT