Cantika Felder Jadi Pelatih Kebugaran, Ungkap Tips Ampuh Cegah Obesitas

ADVERTISEMENT

Cantika Felder Jadi Pelatih Kebugaran, Ungkap Tips Ampuh Cegah Obesitas

Mauludi Rismoyo - detikHot
Rabu, 07 Sep 2022 19:36 WIB
Cantika Felder
Cantika Felder Jadi Pelatih Kebugaran, Ungkap Tips Ampuh Cegah Obesitas. (Foto: Instagram @cantikafelder)
Jakarta -

Mantan artis cilik Cantika Felder sudah lama tak terdengar kabarnya di dunia hiburan. Kini ia mulai alih profesi menjadi pelatih kebugaran.

Ia memiliki ketertarikan pada olahraga Zumba. Lalu diketahui sejak 2017 Cantika Felder memang aktif menjadi instruktur.

Usai menikah pada 2019, profesi barunya itu makin ia tekuni. Sejak saat itu, Cantika bahkan terlihat mulai aktif dengan turut menciptakan berbagai konten terkait olahraga melalui Instagram pribadinya @cantikafelder.

Di situ, ia gemar membagikan tips and trik menciptakan badan yang ideal sekaligus lifestyle yang menunjang itu semua. Menurutnya, masih banyak orang yang kurang sadar akan potensi obesitas dini.

Selaras dengan itu, ia yang baru-baru ini ikut andil dalam gebrakan kampanye Ajinomoto bertajuk Bijak Garam juga mengungkapkan beberapa tips untuk cegah obesitas.

"Selain menerapkan pola makan yang sehat, melakukan olahraga yang rutin juga tak kalah penting dan ampuh mencegah obesitas," ujar sang fitness trainer tersebut.

Lebih lanjut, Cantika juga menerangkan olahraga yang ideal dapat dilakukan setidaknya 3 sampai 5 kali dalam sepekan dengan rentang waktu 15 hingga 60 menit sehari.

Selain itu, demi bisa mendobrak semangat, ia juga menyarankan untuk melakukan olahraga yang kita minati dan dengan cara yang kita sukai.

"Supaya kita tambah semangat, pilih olahraga yang sesuai dengan minat kita. Misalnya olahraga sambil mendengarkan musik dan sebagainya," tutur Cantika Felder.

Sementara itu, kampanye Bijak Garam dari Ajinomoto sendiri disemarakkan atas dasar anjuran Kementerian Kesehatan RI terkait pengurangan asupan gula, garam, lemak (GGL) dalam makanan sehari-hari.

Ajinomoto juga ingin menunjukkan bahwa MSG yang digadang-gadang oleh masyarakat menjadi sumber kebodohan dan penyebab obesitas tidaklah benar.

"Konsumsi MSG mungkin menjadi salah satu faktor dalam multi-faktorial, namun sampai saat ini belum ada penelitian ilmiahnya," kata Dokter Spesialis Gizi, Arti Indira.

"Ajinomoto ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya diet rendah garam dan mengajak keluarga Indonesia untuk hidup lebih sehat dengan mengurangi asupan atau penggunaan garam dalam mengolah makanan, namun tetap bisa memperoleh cita rasa yang tinggi," timpal Katarina Larasati selaku PR PT Ajinomoto.

(mau/aay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT