ADVERTISEMENT

Sarwendah Blak-blakan Penyakitnya di Batang Otak, Bisa Sebabkan Kematian

Desi Puspasari - detikHot
Kamis, 11 Agu 2022 14:19 WIB
Sarwendah
Sarwendah bicara soal penyakit yang diidapnya dan dampak paling berbahaya. Foto: Foto: Instagram @sarwendah29
Jakarta -

Sarwendah dan Ruben Onsu sama-sama menghadapi sakit. Sarwendah menghadapi sakit langka di mana ada kista yang bersarang di batang otaknya.

Rasa sakit itu sudah dirasakan Sarwendah sejak 2017. Hanya rasa pusing yang dirasakan Sarwendah kala itu belum terlalu sering.

"Aku kan selalu bilang ada sesuatu yang harus dikonsenkan di batang otak. Ada kista di batang otak. Aku juga nggak tahu kenapa dia bisa ada di situ," kata Sarwendah di FYP Trans 7.

"Itu karena aku migrain terus udah dari tahun 2017 aku sudah mulai cek-cek kepala. Cuma pusingnya nggak intens. Tahun kemarin mau coba MRI, akhirnya aku ke rumah sakit, dokter bilang cek tulang leher kamu dulu. Ternyata emang tulang leher aku agak ke depan, karena kan kadang ada orang suka melihat hp atau bantalnya tinggi," jelasnya.

Ada hal terburuk yang bisa menimpa Sarwendah bila penyakitnya tak diketahui. Penyakit itu bisa menyebabkan kematian.

"Berarti kalau dia (kista) amit-amit pecah atau terjadi apa-apa mungkin bisa lewat mungkin. Karena batang otak itu kan pusatnya keseimbangan di situ. Mata mungkin nggak bisa balance, berdiri nggak bisa balance, karena keseimbangan itu di batang otak," ungkap Sarwendah.

"Dia sekarang masih ada di sini (batang otak) kemarin sudah MRI lagi. Itu nggak membesar, berdoa semoga dia nggak membesar," sambungnya.

Soal tindakan, Sarwendah menegaskan penyakitnya itu tak bisa sembarangan dilakukan tindakan. Hasil setelah tindakan untuk kista tersebut 50:50.

"Masalahnya kalau tindakan di batang otak itu 50:50. Itu artinya bisa, satu bisa meninggal, satu lagi mungkin bisa cacat, satunya lagi mungkin bisa sembuh," beber Sarwendah.

Sarwendah masih menunggu waktu observasi 6 bulan untuk melihat perkembangan penyakitnya itu. Apabila kista tersebut membesar dan mempengaruhi kesehatan Sarwendah harus ada tindakan selanjutnya.

"Ini baru sebulan. Observasi dulu 6 bulan kemudian baru cek lagi. Kalau dia tidak ganggu dan tidak membesar diemin aja. Di sini (batang otak) pusing banget. Datang (pusingnya) kayak jelangkung datang nggak dijemput pulang nggak diantar, tiba-tiba pusing, nonstop nggak ada break-nya. Seharian full ini udah ganggu banget," tutur Sarwendah.



Simak Video "Penyebab Ruben Onsu Masuk ICU"
[Gambas:Video 20detik]
(pus/dar)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT