ADVERTISEMENT

Cowok yang Paling Dibenci di Internet

Nugraha - detikHot
Selasa, 02 Agu 2022 15:47 WIB
client is an elegant guy trying hat in a store by the mirror. In the background classic suits and jackets
Ilustrasi Foto: iStock
Jakarta -

The Most Hated Man on the Internet merupakan serial 3 episode yang dirilis di Netflix. Dokumenter itu serupa The Social Dilemma dan The Tinder Swindler.

The Most Hated Man on the Internet menunjukkan potensi bahaya media sosial. Serial itu juga mengeksplorasi apa yang dapat terjadi ketika privasi seseorang tidak dilindungi dan kepercayaan mereka disalahgunakan hingga bisa dilihat oleh seluruh pengguna internet.

Netflix kali ini berfokus pada sosok pendiri IsAnyoneUp.com, yaitu Hunter Moore. Situs web itu aktif dari 2010 hingga 2012, menampilkan gambar yang dikirimkan oleh subjek, mantan pacar, atau melalui peretasan. Tak cuma itu, web tersebut juga berisi informasi media sosial para korban, yang dalam banyak kasus, data itu dibuka tanpa persetujuan mereka.

The Most Hated Man on the Internet berisi banyak konten dewasa karena bahasa, gambar yang mengganggu, ketelanjangan, bunuh diri, dan kekerasan seksual.

Meskipun seri baru ini tidak berfokus pada pembunuh berantai atau penipuan, tapi apa yang dilakukan Hunter Moore juga dianggap sebagai pendekatan serupa untuk menghancurkan jiwa subjeknya.

Serial itu juga menggambarkan dampak dari situs web tersebut terhadap orang-orang yang fotonya di-posting di sana. Termasuk Charlotte Laws, yang menyatakan perang untuk menghapus situs 'revenge porn' itu, setelah foto putrinya diunggah tanpa sepengetahuannya.

NetflixCharlotte Laws dan putrinya foto: dok Netflix Foto: dok Netflix

Tetapi menghapus gambar-gambar itu bukan tugas yang mudah bagi Charlotte Laws. Dengan tidak adanya undang-undang di Amerika yang secara khusus memerangi 'revenge porn' pada saat itu, Moore, jadi terlindungi karena konten yang ada di situs dibuat oleh pengguna. Pertahanan sama yang diterapkan oleh Facebook.

Tapi ketika foto putri Charlotte Laws muncul di situs web tersebut, kecurigaan soal adanya peretasan muncul. Charlotte Laws melakukan penyelidikan sendiri, menghubungi FBI dan jurnalis, hingga mengabaikan ancaman pembunuhan oleh gerombolan penggemar Moore.

Gambar putrinya pada akhirnya dihapus dari situs itu, berkat tekanan yang dilakukan oleh Laws, dan suaminya. Ia juga menghubungi beberapa korban lain.

"Hunter terus menghancurkan kehidupan. Saya harus berjuang untuk menghapus situs webnya, lalu mengeluarkannya dari internet," kata Laws.

Hunter Mooree pun jadi cowok paling dibenci di internet. Facebook melarangnya seumur hidup, PayPal memblokirnya.



Simak Video "NETFLIX Kehilangan 1 Juta Pengikut di Pertengahan 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(nu2/aay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT