ADVERTISEMENT

Pandemi Bikin Ghisela Kell Kepakkan Sayap Jadi Pebisnis Kopi

Mauludi Rismoyo - detikHot
Senin, 01 Agu 2022 16:10 WIB
Ghisela Kell adalah seorang model yang kerap berani tampil seksi. Kepada detikcom, ia mengaku sebenarnya tak ada niat berkarier di jalur modeling.
Pandemi Bikin Ghisela Kell Kepakkan Sayap Jadi Pebisnis Kopi. (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Ghisela Kell tak mau terus-terusan jadi model. Ia pun mulai mengepakkan sayap dengan membangun usaha kopi.

Kepada detikcom, Ghisela Kell menceritakan awal mula berbisnis. Pandemi membuatnya jadi punya pikiran lebih jauh terkait keuangan.

"Jujur saja itu dadakan sih, nggak ada planning dari awal aku pengin punya bisnis kopi, jadi benar-benar random. Jadi waktu pandemi aku lagi ada tabungan, terus ngerasain pas jadi model pas pandemi jujur sepi banget, nggak bisa ketemu orang, nggak ada foto. Terus aku mikir wah kayanya harus perlu punya bisnis nih, jangan cuma di entertainment saja," ujar Icel.

"Pas mudik ke Subang, nongkrong ketemu teman dan cocok. Terus ya sudah bangun coffee shop karena di Subang kota kecil yang belum banyak bangun coffee shop gitu sih," lanjutnya.

Ghisela Kell punya alasan sendiri mengapa bangun tempat kopi di Subang. Sejauh ini bisnisnya yang bernama Sejati Kopi itu sudah berjalan lima bulan.

"Banyak anak muda larinya ke Bandung. Kenapa sih nggak kita buat di Subangnya. Jadi ya kayak gitu sih. Rasa kopi, ngeracik, bahan-bahan itu aku sudah ada teman yang pernah kerja di coffee shop, ngikutin jalannya dia," tutur Miss Sagami 2020 tersebut.

Ghisela Kell bersyukur usaha kopinya berjalan lancar. Ia menyebut hal itu buat bekal masa tua.

"Iya karena nggak mungkin kita selamanya di sini, jadi model, aku sudah mau 30 (tahun), sudah nggak seksi lagi, kulitnya kencang lagi, itu nggak mungkin banget. Aku pengin masa tua aku tuh benar-benar sama family, sama suami, sama anak, ya sudah gitu. Di rumah tapi ada penghasilan dari luar, bisnis," kata Icel.

Ghisela Kell lalu blak-blakan soal penghasilan per bulan yang didapat. Ia pernah paling tinggi dapat ratusan juta.

"Pengeluaran aku pertama larinya ke family. Walaupun orang tua nggak minta, tapi ya nggak apa-apalah kasih untuk orang tua. Kedua ke apartemen, terus asuransi kesehatan aku, terus ya makan sehari-hari, biaya bulanan. Kalau shopping, nggak terlalu kebutuhan sih, jarang-jarang. Perawatan biasa saja paling dua kali sebulan," pungkasnya.

(mau/pus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT