ADVERTISEMENT

Kronologi Perseteruan Kak Seto dan Arist Merdeka Sirait

Tim detikcom - detikHot
Rabu, 13 Jul 2022 16:12 WIB
Seto Mulyadi
Kak Seto (Foto: 20detik)
Jakarta -

Kak Seto dan Arist Merdeka Sirait berseteru. Begini awal mula perseteruan itu.

Kak Seto disebut menjadi saksi untuk terdakwa Julianto Eka Putra, pendiri SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Batu, Malang, Jawa Timur. Sidang tersebut saat ini sudah masuk ke agenda tuntutan.

Menurut Arist Merdeka Sirait, Kak Seto hadir sebagai saksi yang meringankan terdakwa. Ia kaget dengan hal tersebut.

Kebetulan, selain sebagai Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait juga adalah Tim Litigasi dan Advokasi Perkara Pelecehan Seksual di SMA SPI Batu.

Ia mengaku tak menyangka Kak Seto yang selama ini dinilai sebagai sahabat anak-anak berada di barisan yang sama dengan terdakwa dugaan pelecehan seksual yang korbannya adalah anak-anak.

"Itu yang membuat saya marah. Kok bisa-bisanya orang yang bertahun-tahun mencitrakan dirinya pembela anak, tetapi untuk kasus predator kejahatan seksual, dia berdiri di situ untuk jadi saksi meringankan dan membela predator kejahatan seksual," ujar Arist di tayangan sebuah kanal YouTube.

Kepada detikcom, Kak Seto menjelaskannya di persidangan dugaan pelecehan seksual, Julianto Eka Putra.

Kak Seto, saat itu memang diminta menjelaskan terkait perbedaan Komnas Anak dengan KPAI yang ia pegang saat ini.

"Kenapa saya dalam persidangan ungkit soal itu, karena dipertanyakan oleh pengacara terdakwa. Apa bedanya LPAI, KPAI, dan Komnas Anak," ujar Kak Seto kepada detikcom, Rabu (13/7/2022).

"Nah waktu ditanya apa bedanya itu saya tanya hakim, apakah itu perlu dijawab. Ternyata boleh, ya sudah saya uraikan bahwa sekarang sudah tidak ada Komnas Anak," jelas Kak Seto lagi.



Simak Video "Kak Seto Sebut Komisi yang Dipimpin Arist Merdeka Sirait Ilegal"
[Gambas:Video 20detik]
(dar/mau)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT