Aset Ibunya Diambil Alih Oknum, Kartika Putri Lapor Polisi

ADVERTISEMENT

Aset Ibunya Diambil Alih Oknum, Kartika Putri Lapor Polisi

Febriyantino Nur Pratama - detikHot
Rabu, 13 Jul 2022 11:48 WIB
Jakarta -

Kartika Putri dan saudara kandungnya, Adit, melaporkan beberapa oknum terkait penggelapan aset tanah peninggalan mendiang ibunya. Laporan itu dia layangkan di Polres Metro Bogor.

"Membuat laporan adanya surat pemalsuan, penggelapan, serta melarikan juga bisa ya melarikan sertifikat ya," kata Kartika Putri di Polres Bogor, Cibinong, Bogor, Rabu (13/7/2022).

Kartika akui saat itu tak fokus mengurusi warisan orang tuanya. Sehingga ada oknum yang memanfaatkan aset.

"Jadi kronologinya almarhum Mama Masayu Diana Puspita Putri, ibu kandung kami dari ketiga anak, hanya dua yang hadir satu berhalangan hadir kakak saya yang pertama, jadi hari ini terpaksa kita malukan hari ini. Jadi waktu mama meninggal, terpaksa satu tahun lalu mama meninggal kita tidak fokus ke harta beliau, karena kita masih berduka," beber Kartika.

Kartika akui sebelumnya sudah dinasihati oleh sang suami, Habib Usman. Namun sayang, saat itu ia dan saudara kandungnya belum fokus urus warisan.

"Secara Islam sudah dinasihati sama Habib kalau ada waris segera dibagikan. Cuma kita anak-anaknya punya kesibukan masing-masing, kakak saya punya kesibukan, saya juga sama, akhirnya kita tidak fokus," katanya.

Namun Kartika Putri dan saudara-saudaranya baru sadar setahun setelah sang ibu meninggal. Kartika hendak membagikan warisan, ternyata sertifikat rumah itu tak ada di tangan dirinya ataupun saudara-saudaranya.

"Kita fokus hal-hal yang jauh dari warisan, tapi kemarin pas mau satu tahun diberikan petunjuk beliau meninggal, baru kita mau bagi-bagi selamat barang-barangnya yang lebih bermanfaat diberikan ke orang sekeliling," kata Kartika Putri.

"Ternyata kita baru sadar sertifikatnya posisi salah satu aset yaitu itu rumah yang di Cibubur. Ternyata tidak ada sertifikatnya di tempat yang semestinya. Kita ahli waris tahu nggak kak, pada nggak tahu. Dari situ kita menyadari bahwa kehilangan sertifikat tersebut," bebernya.

Kartika menduga ada oknum yang menguasai sertifikat tersebut.

"Lalu diduga ada oknum yang menyalahgunakan sertifikat tersebut dan yang kita kagetnya lagi setelah kita selidiki secara kekeluargaan sudah ada kuasa akta jual atas nama kita bertiga dan kita bertiga. Kita nggak pernah bikin, jadi tiba-tiba ada keluar akta kuasa jual juga akta ahli waris yang di mana kita nggak pernah ngurus buat. Pada saat sertifikat itu kita cari tahu, simpang siur tidak ada pertanggungjawaban," pungkasnya.

(fbr/mau)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT