ADVERTISEMENT

Kadir Srimulat Jual Aset demi Berobat, Cerita Jatuh Bangun Rintis Usaha

Desi Puspasari - detikHot
Sabtu, 02 Jul 2022 11:34 WIB
Sejumlah pelawak mendatangi Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (9/2/2018). Mereka mempertanyakan nasib pelawak, Cak Percil-Cak Yudho yang ditahan di Hong Kong.
Kadir ceritakan jatuh bangun rintis bisnis. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Kadir Srimulat menceritakan bagaimana dirinya mengatasi masalah ekonomi keluarga. Di saat dirinya kena serangan jantung, job di dunia entertainment juga sepi.

5 tahun sepi job, akhirnya Kadir Srimulat mau tak mau menjual aset-aset yang sudah dikumpulkan dari dunia hiburan. Tiga rumah miliknya harus dijual dan koleksi mobilnya juga habis.

Kini, Kadir berusaha bangkit. Sebagai kepala keluarga dia mengaku banyak hal yang harus dia pikirkan. Sampai akhirnya dia merintis usaha kuliner.

"Memang satu kebetulan saya, mungkin rezeki buat saya begitu saya buka usaha warung itu. Alhamdulillah sekarang bisa bertahan untuk menghidupi keluarga dan sekarang saya tidak sampai jual apa-apa lagi. Justru paling tidak itu beli mobil walau kredit saya bisa," buka Kadir, saat berbincang kepada detikcom melalui sambungan telepon.

Selain rumah, Kadir juga menjual tanahnya yang berlokasi di Tambun. Dari hasil penjualan tanah tersebut dia bagi-bagi, mulai untuk memasang ring di jantungnya, buka usaha, dan beli mobil.

"Dari itu saya jual tanah saya yang di Tambun tahun 2006 atau 2007, langsung sebagian saya buat betulin jantung saya, sebagian saya buat belajar usaha, sebagian buat beli mobil meski nggak berani mewah, tapi ya kredit," ucapnya.

"Akhirnya dari situ, warung saya dalam jangka 2 tahun maju terus. Pertamanya dalam setahun memang pas-pasan, tapi saya masih punya stok keuangan dari hasil jual tanah itu. Akhirnya tahu-tahu usahanya semakin maju, tapi dengan cepat saya ubah," sambung Kadir.

Meski berkembang pesat selama dua tahun, ternyata merintis usaha tak semudah membalik telapak tangan. Saat itu Kadir membuka usaha masakan bebek di kawasan Matraman.

Sayang usaha tersebut menurun dalam waktu setahun. Ada beberapa kesulitan yang dia alami.

"Saya punya warung bebek di Matraman, dalam waktu setahun turun. Cari bebek susah, kalau dikirim dapatnya kecil-kecil, konsumen komplain, saya malu. Saya ubah dengan soto kudus. Tadinya Soto Kudus Jatibening sekarang Soto Kudus Abah Kadir," ceritanya.

"Begitu saya ubah soto kudus alhamdulillah naik lagi pendapatan, tapi menu bebek masih ada. Bertahan soto kudus sampai saya buka di Jatibening, jadi dua cabang. Berjalan lancar, Matraman kena gusur tanahnya diminta sama yang punya nggak boleh kontrak lagi, jadi tinggal di Jatibening," ungkapnya.

Sekarang Soto Kudus Abah Kadir sudah ada di kawasan Galaxy, Bekasi. Namun, belum lama buka Corona menghantam bisnis tidak hanya miliknya.

Di halaman selanjutnya, Kadir menerobos pandemi Corona.



Simak Video "Positif Covid-19, Dino SEVENTEEN dan Kang Daniel Hentikan Semua Jadwal"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT