ADVERTISEMENT

Round-Up

Viral Video Bocah Bojong 'Kuasai' Sudirman, Tegaskan Bukan Settingan

Tim detikcom - detikHot
Kamis, 30 Jun 2022 05:30 WIB
bonge dan kurma
Foto: dok TikTok
Jakarta -

Saat ini internet tengah dihebohkan dengan video kocak bocah-bocah asal Bojong yang berkumpul di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Pengakuan mereka soal kehidupan asmara masing-masing sukses menjadi perhatian publik.

Andy Tumere merupakan salah satu konten kreator yang menyoroti kehidupan bocah-bocah tersebut. Ia mewawancarai anak-anak yang mayoritas berusia 11 sampai 16 tahun hingga menjadi viral.

"Mereka ke Sudirman buat nongkrong doang, mereka ada komunitas dan mereka naik kereta. Mereka kumpul di area Stasiun Dukuh Atas, BNI City. Setiap hari ada aja bocilnya, tapi ramai di hari Sabtu-Minggu," ungkap Andy Tumere.

Menurutnya lebih dari 200 orang anak-anak itu berkumpul setiap weekend. Andy Tumere juga mengaku awalnya iseng karena melihat outfit mereka. Tapi ternyata video-video itu kemudian menjadi viral.

"Alasan awalnya iseng, awalnya saya seorang YouTuber prank, karena gabut, saya coba wawancara anak-anak itu, karena outfitnya lumayan nyentrik dan unik," katanya.

Andy Tumere pun menegaskan semua video wawancara yang diambilnya bukan settingan. Semua ucapan yang disampaikan oleh narasumbernya sama sekali tak dibuat-buat.

"Itu real," tegasnya.

"Sebagian besar penonton rata-rata orang dewasa dan juga pengen tahu kisah cinta mereka seperti apa," tuturnya.

Di antaranya sebut saja Bonge dan Kurma. Pengakuan mereka yang tengah dekat sukses membuat heboh publik.

Bahkan tak sedikit video-video yang menirukan gaya wawancara mereka beredar di media sosial. Bahkan nama Kurma sempat trending topic di Twitter.

Yang terbaru, ada juga Roy yang gonta-ganti gandengan. Dalam video terbaru, ia terlihat menggandeng seorang perempuan bernama Lifa.

Andy mengaku punya pengalaman menyenangkan berdialog dengan bocah-bocah itu. Terlebih ketika ditanya tentang pesan yang ingin disampaikan kepada pasangan.

"Mereka ada yang jawab, jangan tinggalin aku, cukup aku saja, jangan caper, sampai jangan sasimo (sana-sini mau)," katanya.

Bocah-bocah berusia belasan tahun itu kerap bergerombol hampir setiap hari. Tapi paling banyak, mereka datang di hari Sabtu dan Minggu. Mereka datang dari kota-kota penyangga Jakarta yaitu Citayam, Bojong Gede, sampai Cikarang. Mereka sengaja jauh-jauh naik kereta untuk nongkrong di kawasan Sudirman.



Simak Video "Fakta Keji Kolonel Priyanto Tolak Selamatkan Handi-Salsa"
[Gambas:Video 20detik]
(dal/pus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT