Reza Rahadian Kenang Rima Melati Sebagai Panutan

Febriyantino Nur Pratama - detikHot
Jumat, 24 Jun 2022 16:10 WIB
reza rahadian
Reza Rahadian Kenang Rima Melati Sebagai Panutan. (Foto: febriyantino nur pratama/detikhot)
Jakarta -

Reza Rahadian turut berduka atas meninggalnya Rima Melati. Reza Rahadian turut memberikan penghormatan terakhir terhadap dedikasi Rima selama hidupnya untuk dunia film Tanah Air.

Reza juga menyebut sosok Rima banyak dihormati oleh aktor muda Indonesia. Pasalnya, Rima adalah seorang yang sudah senior.

"Saya datang tentu ini satu bentuk penghormatan atas dedikasi, dan tentunya apa yang sudah dilakukan oleh Ibu Rima Melati buat industri cukup besar, sejarahnya cukup panjang untuk generasi perfilman Indonesia, mungkin sebagai generasi ke depannya juga ingin berkontribusi seperti beliau. Saya rasa Ibu Rima Melati di banyak mata aktor, kita pandang, kita hormati sekali sih," kata Reza Rahadian di Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Jumat (24/6/2022).

Reza juga menyebut karier Rima sudah terjun ke dunia perfilman sejak adanya bapak film Indonesia, Usmar Ismail. Bahkan hingga akhir hayat, Rima masih berkecimpung di dunia perfilman Indonesia.

"Karena beliau sudah ada sejak bapak perfilman Indonesia yang kita kenal, beliau sudah lama dari zaman dulu, dan terus sampai akhir hayat beliau tetap setia dengan profesinya. Nggak mudah, nggak gampang," lanjutnya.

Disinggung kapan terakhir ngobrol, Reza akui itu terjadi saat FFI. Sementara itu, Reza juga memuji Rima, meski dia belum pernah bermain film bareng.

"Terakhir kali ngobrol dengan Ibu Rima saat ngobrol dengan FFI lupa kapan, terakhir bertemu dengan Bu Rima. Belum (ada penyesalan belum main bareng). Ya nggak bisa dikatakan seperti itu ya, tapi tentu beliau adalah seorang yang kita harapkan untuk melakukan bekerja sama, Tuhan berkata lain," katanya.

Disinggung apakah ada penghargaan khusus untuk Rima dari FFI, Reza akui tengah membicarakan.

"Itu ada dewan yang nantinya menentukan, di FFI tahun ini ada dewan pengabdian seumur hidup, jadi kepanitiaan tidak lagi menentukan secara tunggal. Atau misalnya saja tapi ada dewan pengabdian seumur hidup yang anggotanya terdiri dari peraih penghargaan itu sebelumnya untuk menentukan kepada siapa tiap tahunnya, kepada penghargaan seumur hidup diberikan," pungkasnya.

(fbr/mau)