Alasan Iko Uwais Laporkan Balik Desainer Interior Menyangkut Agama

ADVERTISEMENT

Alasan Iko Uwais Laporkan Balik Desainer Interior Menyangkut Agama

Muhammad Ahsan Nurrijal - detikHot
Selasa, 14 Jun 2022 08:40 WIB
Jakarta -

Salah satu alasan yang bikin Iko Uwais dan tim kuasa hukumnya melaporkan Rudi ke pihak kepolisian adalah menyangkut agama. Hal ini diutarakan kuasa hukum Iko Uwais, Leo Sagala.

Bukan hanya itu, Leo Sagala juga menuturkan bahwa ada kata-kata Rudi yang membuat Iko Uwais dan Audy Item naik pitam sehingga memutuskan untuk melaporkan balik Rudi.

"Jadi memang ada beberapa perkataan dia sangat mencemarkan nama baiklah. Karena ini perkara dia sangat mencemarkan nama baik. Jadi akan kami buka setelah dari kepolisian juga," terang Leo Sagala saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (14/6/2022).

"Karena ini menyangkut agama juga," sambung Leo Sagala.

Tapi saat ditanya lebih lanjut mengenai masalah agama apa, Leo Sagala belum menceritakan secara gamblang. Ia hanya kembali membahas soal laporan balik yang sudah dilakukan timnya dan Iko Uwais sebagai klien.

"Tadi kita melaporkan ke Polda Metro Jaya dan setelah itu bang Iko melakukan visum di rumah sakit," terangnya lagi.

Iko Uwais tidak banyak bicara dalam jumpa pers tersebut. Ia hanya menyebut dirinya cukup terpukul dengan kasus ini sehingga cukup mengganggu aktivitasnya.

"Terima kasih banget sudah hadir di sini, nggak tidur, sama gue juga nggak tidur, tiga hari nggak tidur gue, bro. Terima kasih semuanya, assalamualaikum," katanya singkat.

Dalam keterangannya, pihak kuasa hukum Iko Uwais menyebut Rudi sudah memutar balikkan fakta.

"Saudara Rudi yang mana dia pelapor di Polres Metro Bekasi telah melakukan pemutar balikan fakta di dalam laporannya. Di dalam laporannya sebagaimana dirilis di dalam media menyatakan bahwa, klien kami menolak untuk melakukan pembayaran atas invoice yang telah dilakukan dan bahkan melakukan pengeroyokan terhadap dirinya," terang Leo Segala.

"Fakta yang sebenarnya terjadi adalah, justru pihak Rudi yang telah melakukan provokasi. Kejadian keributan itu berawal ketika klien kami berusaha mencari tahu keberadaan Rudi ini di mana. Karena, dia ini tidak melakukan penyelesaian terhadap pekerjaan, kewajibannya dia sesuai dengan perjanjian," terangnya lagi.

"Rudi ini kan mengaku sebagai desain interior. Setelah mendapatkan penawaran dari Rudi, klien kami tertarik. Akhirnya dibuat kesepakatan, dimana Rudi ini akan menyediakan jasa interior dengan kesepakatan Rp 300 juta. Klien kami sudah melakukan pembayaran terhadap terminal I dan termin II dengan total pembayaran Rp 150 juta. Nah, ternyata setelah klien kami bayar Rp 150 juta pun tetap tidak menyelesaikan pekerjaan. Bahkan, dia cenderung lari dari tanggung jawab," paparnya lagi.

(wes/pus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT