Banting Setir Berbuah Manis, Eks Penulis Ini Jadi Pengrajin Tasbih Beromzet Ratusan Juta

Mauludi Rismoyo - detikHot
Rabu, 25 Mei 2022 20:30 WIB
Pengusaha tasbih yang mengawali karier sebagai penulis.
(Foto: dok. Ali Ridho) Mengawali pekerjaan dari penulis lalu banting setir jadi pengrajin tasbih. Kini omzetnya tembus ratusan juta Rupiah.
Jakarta -

Kilas balik seorang pengusaha sebelum akhirnya sukses menjalani bisnis yang dirajutnya memang selalu menciptakan kesan unik. Tak jarang para pengusaha memiliki pekerjaan awal yang sangat kontras dengan bisnis yang dijalaninya sekarang.

Sama halnya dengan Ali Ridho yang merupakan pemiliki brand tasbih kayu Kokka bernama Benukokka asal Kota Malang. Ia juga memiliki kisah unik sebelum akhirnya membangun kerajaan bisnisnya dengan omzet ratusan juta per bulan.

Ali diketahui berprofesi sebagai seorang penulis lepas dan kerap menulis berbagai artikel. Namun, akhirnya ia pun banting setir setelah berhasrat menjadi seorang pengrajin tasbih dari kesenangan masa kecilnya mengoleksi banyak tasbih.

Bermodalkan nekat dan pengharapan bahwa tasbih karyanya dapat digunakan untuk berzikir oleh semua kalangan, Ali pun akhirnya membangun brand Benukokka tersebut.

Melihat masih awamnya masyarakat akan kayu jenis Kokka, Ali memanfaatkan keahlian menulisnya dengan membuat berbagai artikel terkait kelebihan dari kayu yang menjadi bahan dasar pembuatan brand tasbih miliknya.

"Saya memulainya dengan kesabaran dan kejujuran, ditambah lagi saya banyak mempelajari kelebihan kayu Kokka ini dari semua lini, dari artikel sampai menemui para ahli kayu. Dengan keterampilan menulis saya di masa lalu, saya membuat artikel khusus untuk dapat dibaca oleh mereka yang menggemari kayu langka ini," ujar Ali.

Kayu Kokka memang diketahui merupakan jenis kayu langka yang hanya terdapat di Turki, Mesir, Iran, dan Arab Saudi. Kayu jenis itu juga memiliki aroma khas tersendiri, sekaligus dapat berubah warna ketika sering digunakan.

Selain itu, kayu tersebut kerap digunakan oleh para Nabi terdahulu. Selain itu juga kayu ini digunakan untuk ornamen kerajaan Arab sebagai nilai estetika bangunannya.

Maka tak heran, tasbih berbahan dasar kayu Kokka seperti buatan Ali ini banyak diincar oleh banyak orang, bahkan sampai mancanegara.

"Keaslian dan keindahan menjadi bagian terpenting yang kami tanamkan pada pelanggan kami. Karena kasihan juga banyak orang tertipu dengan tasbih kayu Kokka palsu dengan harga selangit," tutur Ali.

(aay/mau)