Kata Buya Yahya soal LGBT

ADVERTISEMENT

Kata Buya Yahya soal LGBT

Tim detikcom - detikHot
Rabu, 11 Mei 2022 14:38 WIB
Buya Yahya
Buya Yahya tegaskan LGBT masih bisa bertaubat. Foto: Buya Yahya
Jakarta -

Heboh podcast Deddy Corbuzier yang mengundang pasangan LGBT, Ragil menuai kecaman. Apa kata ustaz?

Mereka yang menjadi LBGT dikatakan oleh Buya Yahya dalam channel YouTube pribadinya bisa diampuni dosanya oleh Allah SWT.

Adapun pertobatan seorang LGBT akan diterima oleh Allah SWT. Justru haram untuk mereka yang memutus harapan para LGBT yang ingin bertobat.

Berikut penjelasan lengkap Buya Yahya:

Pertama kaidah yang harus kita pahami bahwa siapapun dari kita, hai pendosa, pelaku dosa sebesar apa pun dosamu selagi itu bukan menyekutukan Allah maka pintu maaf masih ada untukmu. Siapapun, LGBT, lainnya, pintu maaf dibuka oleh Allah. Dengan catatan mau menuju kepada pintu tersebut.

Tidak diperkenankan kita memutus harapan dari hamba yang beriman. Yang diuji oleh Allah dengan kelainan dia LGBT, dia adalah umat Nabi Muhammad SAW. Di dalam hatinya ada keimanan, dia bersyahadat, akan tetapi diuji oleh Allah SWT dengan penyakit tersebut. Hati kecilnya mengingkari, hati kecilnya tak mau, akan tetapi syahwat dia tidak bisa menahan itu semuanya.

Dia berat memerangi itu semuanya. Dia harus bertentangan dengan lingkungannya dia seperti itu. Ibunya tidak senang, bapaknya tidak senang, saudaranya juga tak senang. Sebetulnya dia dengan satu musibah. Kalau begitu jangan sampai diputus harapannya untuk bertobat. Lalu dikatakan tidak bisa bersih dan sebagainya.

Ada pun berkata Imam Mujahid, yang tidak bergegas bertobat. Meskipun sudah mandi besar, zahirnya saja yang sudah dibersihkan dia bisa melakukan salat karena sudah mandi besar. Tapi lihat kekotoran hatinya, kekotoran dosanya masih saja karena belum bertobat.

Bisa kita maknai bagi yang tidak pernah bertobat tidak ada keinginan untuk bertobat karena dia akan selalu mendapat kemurkaan dari Allah, kutukan dari Allah terus, nauzubillah.

Maka kami seru kepada saudara-saudariku yang diuji oleh Allah dengan penyakit senang sesama jenis, lalu mencari kesenangan dengan sesama jenis, ingat yang pertama Allah maha luas dengan pengampunannya. Jangan menunda esok hari. Hari inilah waktunya untuk bertobat, sekaligus untuk mengobati dirimu sendiri, yang bisa mengobati, dirimu. Kau tahan, kau perangi. Jangan kau turuti hawa nafsumu. Mohon maaf saya seorang laki-laki, anda laki-laki normal, kalau lihat perempuan cantik misalnya ada urusan syahwat, apakah setiap melihat perempuan cantik kita zinahi? Kan nggak!

Sama seorang yang diuji oleh Allah dengan penyakit LGBT ini, dia perempuan dengan perempuan ada syahwat. Apakah setiap syahwat harus dituruti? Sama sebenarnya. Hanya kekuatan iman yang bisa menghalangi semuanya.

Sebenarnya kalau menjauhi syahwat ini sama, normal dan tidak normal sama. Yang punya kelainan, kalau dia takut sama Allah pasti bisa menjauhinya. Dan, awal kesembuhannya adalah dengan cara semacam itu. Menghindari yang haram, cari yang halal.

Sudah banyak yang kita sering berbincang dengan mereka yang punya masalah ini akhirnya dia memaksa harus menikah. Laki-laki senang dengan laki-laki akhirnya menikah (dengan perempuan) dan punya anak, dia bilang, 'Saya gemetar kalau bertemu laki-laki,' tapi akhirnya dia bisa berhubungan dengan istrinya. Tapi dia mengatakan belum bisa maksimal dengan istrinya, 'Tapi saya semenjak menikah pastikan tidak lagi berurusan dengan laki-laki,' dia seorang laki-laki. 'Setiap saat pengin laki-laki saya alihkan,' tapi tetap godaannya besar. 'Tidak, tidak, tidak.'

Yang diuji dengan LGBT saudara-sudariku tercinta, semakin kau menahan hawa nafsu langsung pahalamu pangkatmu gede. Itu seperti penyakit batin, jika bersabar dan tidak dituruti maka Allah punya pahala besar untukmu.

Syaratnya apa? Jangan dituruti. Perlahan akan kembali normal. Jangan diputus harapan mereka. Mereka bisa bertobat, tobatnya caranya berhenti, mengadu kepada Allah, kemudian cari yang halal, istighfar yang banyak, kemudian menangis Allah Maha Pengampun.

Kami serukan kepada saudara-sudariku yang diberikan ujian itu dari Allah, takutlah kepada Allah. Allah maha kasih, sambutlah seruan Allah, panggilan Allah, indah dengan Allah. Jangan sekali-kali kita memutus harapan hamba Allah yang berdosa untuk bertobat. Haram memutus harapan, beri harapan semuanya. Sebesar apa pun dosa kita, pengampunan Allah lebih agung kecuali menyekutukan Allah. Yang menyekutukan Allah tidak Allah ampuni. Semoga Allah memberikan pengampunan kepada kita semuanya. Semoga Allah berikan kesembuhan, Allah Maha Kasih, Allah ampuni dan mereka akhirnya kembali normal, murka Allah tidak ada lagi untuk mereka.



Simak Video "Geger Kafe di Palangkaraya Diduga Sarang LGBT, Ini Kata Pemilik"
[Gambas:Video 20detik]
(pus/nu2)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT