Anak Zainuddin MZ Bagikan Ribuan Sembako dan Bicara soal Sedekah

ADVERTISEMENT

Anak Zainuddin MZ Bagikan Ribuan Sembako dan Bicara soal Sedekah

Prih Prawesti Febrian - detikHot
Jumat, 22 Apr 2022 16:33 WIB
Anak Zainuddin MZ
Foto: Hanif Hawari
Jakarta -

Di bulan Ramadan ini, berbondong-bondong umat muslim berbagi dengan sesama. Sebenarnya berbagi bukan hanya di bulan Ramadan, tapi setiap saat kita bisa berbagi.

Tapi di bulan Ramadan ini berbagi dengan sesama memiliki pahala yang sangat berlipat ganda daripada bulan-bulan lainnya. Salah satu yang melakukan kegiatan berbagi adalah anak Zainuddin MZ, Ustaz Fikri Haikal Hassan.

Belum lama ini, Ustaz Fikri Haikal Hassan membagikan ribuan paket sembako untuk emak-emak. Salah satu paket yang dibagikan berisikan minyak.

Tidak sendiri dalam kesempatan itu, Ustaz Fikri Haikal Hassan bersama Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar.

"Bagus sedekat (minyak) apalagi langka. Ada ya tapi mahal. Ini bentuk program Ramadan berkah berbagi. Ikut berkontribusi, ada kepekaan sosial mau berbagi kepada masyarakat. Jangan lihat jumlahnya, tapi kontribusinya," ungkap Fikri Haikal Hassan di Masjid Al Akbar di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

"Sedekah itu nggak mesti di bulan Ramadan. Di luar (bulan Ramadan) juga bisa. Tapi di bulan Ramadan dilipatgandakan pahalanya, apalagi dilanda COVID-19 saat komoditas kelangkaan minyak goreng. Apa salahnya? Tidak ada salahnya, jika ikut berkontribusi setidaknya meringankan. Saya pikir ini nilainya berkah," sambung Fikri lagi.

Lantas dalam penuturannya, sang ustaz juga menerangkan soal sedekah yang tidak perlu dipaksakan. Ia mengatakan jika semua itu harus keluar dari hati dan tanpa desakan dari pihak lain.

"Tidak perlu ada (pemaksaan), wong sedekat nggak perlu dipaksa," tutur Fikri.

Saat dimintai tanggapan soal ceramah Ustaz Yusuf Mansur tentang sedekah yang merasa dipaksakan, Fikri tidak mau menanggapinya.

"Soal itu bukan ranah saya buat bahas. Tapi satu hal, barang siapa yang jadi pemotor kebaikan lalu langkahnya diikuti oleh orang banyak, maka kebaikannya akan didapatkan juga, promotornya itu dapat pahala," jelasnya.

"Kebaikan bisa dilakukan dengan cara zahir atau terang-terangan. Bisa juga dilakukan dengan cara tersembunyi. Untuk yang terang-terangan tentu tujuannya dengan ikhlas dan untuk memotivasi mau kemudian berbagi di bulan berkah," tutupnya.



Simak Video "Sidang Putusan Wanprestasi Ustaz Yusuf Mansur Digelar 1 Desember 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(wes/pus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT