Cynthia Jayanto, Dokter Favorit yang Kerap Beri Edukasi di Medsos

ADVERTISEMENT

Cynthia Jayanto, Dokter Favorit yang Kerap Beri Edukasi di Medsos

Mauludi Rismoyo - detikHot
Senin, 07 Mar 2022 11:55 WIB
cynthia jayanto
Cynthia Jayanto, Dokter Favorit yang Kerap Beri Edukasi di Medsos. (Foto: dok instagram)
Jakarta -

Satu lagi seorang yang jadi sorotan di media sosial. Dia bernama Cynthia Jayanto.

Cynthia ialah seorang dokter. Ia kerap memberikan konten edukasi gratis melalui media sosial pribadinya.

Cynthia Jayanto bahkan dijuluki sebagai dokter favorit oleh sebagian netizen. Sebab pemilik 84 ribu followers Instagram itu dinilai telah membagikan ilmunya ke semua orang.

"Dr kesayangan," tulis salah satu netizen dengan emoticon hati.

"Terima kasih untuk kebaikan yang dokter berikan selama ini, semoga selalu mendapat keberkahan yang berlebih dokk," tulis netizen lainnya.

Cynthia Jayanto juga memiliki klinik kecantikan bernama CYN Clinic. Baru-baru ini, ia telah memberikan tips tentang bagaimana merawat kulit yang berjerawat.

Cynthia menyadari jerawat memang menjadi salah satu penyakit kulit paling meresahkan bagi banyak orang, terlebih lagi anak muda. Karena kerap muncul dan sulit ditangani, tak heran masih banyak orang yang salah dalam menangani kulit berjerawat sebab kurang teredukasi dengan baik.

"Sangat disarankan untuk dilakukan terapi pengobatan yang diawasi penggunaannya oleh dokter," ujar Cynthia Jayanto.

Meski begitu, Cynthia pun menyadari bahwa tidak semua orang bisa mengakses klinik kecantikan. Ia lalu membeberkan cara utama merawat kulit berjerawat, yakni dengan memilih produk kecantikan yang tepat.

Cynthia Jayanto membaginya dengan tiga cara untuk hal tersebut. Wanita bergelar Magister Ilmu Biomedis itu berharap tipsnya bisa bermanfaat.

"Pertama, bila produk skincare hanya bisa mengobati kasus jerawat sedang atau berat secara cepat, curigai ada kandungan obat atau persentase zat aktif di atas normal aturan BPOM. Dua, bila produk skincare mengklaim dapat mengurangi minyak di wajah atau jerawat ringan. Perbaikan hasil tidak cepat dalam 2 minggu, bisa berbulan-bulan itu artinya persentase zat aktif sesuai kaidah BPOM dengan kategori jerawat ringan," tuturnya.

"Terakhir, bila sebuah produk skincare mengklaim untuk anti jerawat, namun setelah dipakai malah semakin berat kasus jerawatnya. Kemungkinan zat aktif tidak sesuai atau tidak tepat indikasi penggunaannya," pungkas Cynthia.

(mau/pus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT