ADVERTISEMENT

Round-Up

Angelina Sondakh Bebas Hari Ini

Tim Detikhot - detikHot
Kamis, 03 Mar 2022 05:30 WIB
Jakarta -

Setelah mendekam di penjara sejak 27 April 2012 di Lapas Perempuan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Angelina Sondakh akhirnya benar-benar bakal menghirup udara segar. Ia bakal dibebaskan hari ini.

Perempuan yang akrab disapa Angie itu seharusnya keluar penjara pada 27 April 2022, tapi mendapat remisi dasawarsa sebanyak 3 bulan.

Ia bebas karena mendapatkan cuti dan bebas murni setelah menjalani hukuman selama 10 tahun penjara. Kabar itu diungkapkan Kabag Humas dan Protokol Ditjen PAS Kemenkum HAM, Rika Aprianti, kepada detikcom.

"CMB 3 Maret," tegasnya.

Selama mendekam di penjara, Angelina Sondakh menjalani berbagai kegiatan. Mulai dari menjahit, desain busana, melatih kelompok modeling LPP kelas II-A Jakarta, bergabung dalam kelompok hapalan Al-Quran sampai menang juara 1 lomba tenis meja antarlapas perempuan.

Di tengah kabar bahagia jelang kebebasan, terkuak fakta lain dari ayahanda Angie, Lucky Sondakh. Dalam YouTube Mudji Massaid, Keema Entertainment, ayahnya yang juga pernah berprofesi sebagai dosen dan pendidik itu mengatakan ada tiga kekecewaan.

Dia sengaja membeberkannya jelang kebebasan istrinya tersebut. Pertama, soal nasihat-nasihat politik yang tidak digubris Angelina Sondakh sama sekali.

"Nasihat saya ke dia itu, 'Angie be careful. Masuk politik itu bukan hanya seperti domba di tengah serigala, tapi domba di tengah-tengah serigala berbulu domba,'" buka Lucky Sondakh dilihat detikcom.

Sampai akhirnya Angie terseret kasus Wisma Atlet Hambalang. Ketika sang anak terjerat, Lucky Sondakh langsung menyalahkan anaknya karena tidak hati-hati.

"Sebetulnya saya kecewa dengan kamu. Tapi saya nggak bisa untuk memarahi kamu. Kamu tetap adalah anak yang kami kasihi," tuturnya.

Kekecewaan kedua karena Angie pindah agama dan masuk Islam. Kakek Angie yang seorang pendeta dan Lucky sudah menjadi pelayan gereja selama 16 tahun mendapat pandangan berbeda dari keluarga karena Angelina Sondakh menjadi mualaf.

"Waktu dia jadi mualaf saya dicemooh oleh saudara-saudara saya karena Papa saya pendeta dan saya memimpin gereja 16 tahun dan menjadi tokoh petinggi. Jadi wajar dong kalau mereka marah ke saya," lanjutnya.

Banyak dari saudara-saudara Angelina Sondakh di Manado meminta Lucky Sondakh untuk mengucilkan ibu satu anak itu. Tapi hal itu tak dilakukan Lucky Sondakh.

Kekecewaan ketiga ketika mendapat putusan yang tidak adil. Tapi akhirnya Lucky Sondakh mengaku harus politik karena itu adalah kasus politik.

Meski merasa kecewa, namun ia menegaskan tetap mengakui Angie sebagai anak perempuannya dan tidak mengucilkannya.

"Saya berkontemplasi, perenungan yang dalam saya datang ke saudara-saudara saya. Kita saja mengampuni musuh-musuh kita, kenapa kita tak mengampuni anak kita sendiri. Saya beritahu mereka tidak ada yang bisa memisahkan mereka dari kasih terhadap anak kita. Apa pun yang terjadi dengan dia, dia adalah anak saya yang saya cintai," tukas Lucky Sondakh.

(tia/pus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT