ADVERTISEMENT

Round-Up

Angelina Sondakh dan Trauma Usai 10 Tahun di Penjara

Tim detikcom - detikHot
Rabu, 02 Mar 2022 05:30 WIB
Jakarta -

Angelina Sondakh dikabarkan bebas April 2022. Menurut sang pengacara, Krisna Murti, Angelina seharusnya sudah bisa bebas sejak beberapa bulan lalu.

Namun, kebebasan Angelina Sondakh ditangguhkan karena ia tak bisa membayar uang denda. Menurut sang pengacara, Angelina diharuskan membayar kurang lebih sebesar Rp 4 miliar.

"Uang pergantiannya itu ada Rp 2,5 miliar ditambah 1 juta dolar, ya kurang lebih sekitar segitu (Rp 4 miliar). Karena kekurangan uang itu, menjalani lagi masa tahanan," jelas Krisna Murti, pengacara Angelina Sondakh, ditemui di Jakarta.

"Mbak Angie apa nih yang dirasakan dalam waktu sudah mendekati-mendekati, waktu kebebasan? Pertama dia bilang, bercampur aduk bahkan sulit tidur. Karena kenapa? Ini satu dekade loh, sepuluh tahun. Nggak waktu sebentar, cukup lama," cerita Krisna Murti.

Angelina Sondakh sudah 10 tahun mendekam di penjara karena kasus korupsi Wisma Atlet. Ia divonis bersalah menerima suap Rp 2,5 miliar dan USD 1,2 juta.

Krisna Murti pun menyebut Angelina Sondakh mengalami trauma setelah 10 tahun mendekam di penjara. Ia menolak pembicaraan tentang politik.

"Apa kamu mau kembali ke politik? 'Jangan, saya nggak mau kembali lagi ke politik. Saya trauma sekali berbicara dengan politik,'" kata Krisna Murti menirukan jawaban Angelina Sondakh ditemui di Jakarta.

"Angie bilang, 'Eh, Bro, lo jangan bicara politik ya, gue nggak mau masuk urusan politik, trauma gue, trauma. Gue nggak mau lagi ngomongin politik,'" imbuhnya menirukan cara bicara Angelina Sondakh.

Krisna Murti menceritakan bagaimana ketika dirinya memancing Angelina Sondakh soal masa lalunya di dunia politik. Sayang, ibu Keanu Massaid itu langsung menegaskan dirinya benar-benar tak ingin bicara soal politik.

"Kan saya pancing, 'Gimana sih cerita politik?' Dipatahkan dia bilang, 'Gue nggak mau lagi (bicara) tentang politik, gue alergi, gue trauma'," tuturnya.

(dal/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT