ADVERTISEMENT

Permintaan Maaf Lengkap Quweenjojo Buntut Ngaku Dilecehkan Gofar Hilaman

Desi Puspasari - detikHot
Sabtu, 12 Feb 2022 13:40 WIB
Jakarta -

Delapan bulan lalu Quweenjojo jadi sorotan lantaran mengaku sebagai korban pelecehan seksual Gofar Hilman. Tuduhan itu langsung membuat Gofar mendapat banyak dampak negatif.

Pengakuan Quweenjojo juga menjadi atensi Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Jakarta. Bahkan disebut, selain Quweenjojo ada 8 korban lainnya yang mengadu.

Akan tetapi, menanggapi tuduhan itu, Gofar Hilman yang sempat menghilang muncul. Gofar membantah lakukan pelecehan seksual dan dia bersikukuh akan membuktikan hal itu.

Pemilik akun Quweenjojo didampingi orang tuanya membuat video permintaan maaf dan diunggah di laman Twitter-nya. Berikut permintaan maaf lengkap Quweenjojo:



Saya Hafsyarina Sufa Rebowo atau biasa dipanggil Syerin juga pemilik akun Twitter Quweenjojo. Pada hari ini tanggal 10 Februari 2022 saya mau klarifikasi tentang cerita yang saya buat tanggal 8 Juni 2021 yang menuduh Gofar Hilman sebagai pelaku pelecehan seksual. Saya mau klarifikasi bahwa hal tersebut tidak benar adanya.

Video klarifikasi ini dibuat tanpa paksaan dari pihak siapapun atau manapun. Melalui video ini saya juga ingin bercerita tentang hal yang terjadi 19 Agustus 2018.

Saya pergi sendiri dan di sana juga minum-minuman alkohol atau mabuk juga. Di sana saya bertemu Gofar Hilman dan berniat untuk mengambil video selfie dan disambut oleh Gofar dirangkul, hanya dirangkul.

Pada tanggal 8 Juni kenapa saya men-tweet hal seperti itu ...? Karena adanya pancingan atau triger dari cerita-cerita pelecehan seksual lainnya. Dan, ada delusi atau dorongan internal yang imajinatif dari diri saya untuk menceritakan hal tersebut ke publik.

Dan, melalui video ini juga saya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Gofar Hilman, keluarga Gofar Hilman, juga seluruh pihak yang terdampak atas Tweet yang tidak bisa saya pertanggungjawabkan. Dan, saya nggak nyangka juga hal itu akan heboh dan viral.

Jadi sekali lagi saya mohon maaf dan ini pembelajaran berharga untuk saya ke depannya untuk bisa lebih bertanggung jawab lagi dan bijaksana lagi dalam bersosial media.

Saya sudah tekankan, tuduhan tersebut tidak benar adanya. Terima kasih.

(pus/dar)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT