Kata Ustaz: Penghasilan Istri Lebih Besar dari Suami, Ini yang Harus Dijaga

ADVERTISEMENT

Kata Ustaz: Penghasilan Istri Lebih Besar dari Suami, Ini yang Harus Dijaga

Tim detikcom - detikHot
Jumat, 24 Des 2021 06:00 WIB
Ustaz Syam alami selip lidah sat ceramah
Ustaz Syam Elmarusyi beri nasihat menyoal penghasilan istri lebih besar dari suami Foto: dok. Instagram Ustaz Syam
Jakarta -

Beberapa figur publik memilih perpisahan dengan isu alasan faktor ekonomi. Tak jarang mereka memilih berpisah dengan dugaan penghasilan istri lebih besar dari suami.

Belum lama dalam proses cerai Ririn Dwi Ariyanti dan Aldi 'Bragi' sempat disebutkan ada faktor ekonomi yang jadi masalahnya. Di mana Ririn Dwi Ariayanti merasa sangat yakin bisa menghidupi ketiga anaknya. Sampai akhirnya isu finansial jadi masalah cerai dibantah oleh pihak Ririn Dwi Aryanti.

Ada juga Jenita Janet dan mantan suami, Alief, yang masih mencari jalan keluar soal harta gono-gini. Alief diketahui selama ini bekerja sebagai manajer Jenita Janet.

Kata Ustaz kali ini menyorot soal penghasilan istri lebih besar dari suami. Dikatakan Ustaz Syam Elmarusyi dalam tayangan Islam Itu Indah, tidak ada yang tahu jumlah rezeki setiap manusia.

Berikut penjelasan lengkap Ustaz Syam Elmarusyi menyikapi bila penghasilan istri lebih besar dari suami dan apa yang harus dijaga:

Maka tidak ada yang tahu jumlah rezeki. Bisa jadi suaminya kerja 24 jam dalam 7 hari, 7 hari dalam seminggu, setahun full dia kerja tapi ternyata ketika istrinya berkerja lebih banyak penghasilan istrinya. Kenapa? Karena rezeki tidak pernah ada yang tahu berapa qada dan qadar-nya Allah SWT yang diberikan kepada hambanya.

Tapi, yang jadi masalah bukan berapa jumlahnya, lebih besarkah suami ataukah istri, lebih besarkah istri atau suaminya, tapi yang jadi masalah ketika muncul kesombongan di dalam hatinya.

Bisa jadi seorang istri tidak bekerja tapi ada kesombongan dalam hatinya. Bukan hanya bekerja di luar rumah, karena banyak teman-teman di luar sana yang ketika mereka bekerja di luar rumah, tapi pulang ke rumahnya tetap jadi istri yang salihah.

Tapi, ada istri memang tidak bekerja tapi merasa sombong di hadapan orang lain, 'Saya dong istri salihah tidak bekerja, pekerjaan saya hanya pengajian tiap pagi,' dia ambil ceramah ustaznya dia ceramahi suaminya. Karena lebih banyak ilmunya dari suaminya.

Nah ini yang kita takutkan, adanya kesombongan di dalam hati. Bukan masalah penghasilannya, bukan masalah mana rezeki dari Allah yang lebih banyak, tapi ketika muncul kesombongan di dalam hati, inilah yang dilarang di dalam agama.

وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا


Orang-orang yang dipilih Allah adalah mereka yang rendah hati di atas muka buminya Allah SWT.

Siapa penghuni buminya? Adalah suami penghuni bumi, ada istri penghuni bumi, ada anak-anak penghuni bumi, maka kita harus rendah hati di hadapannya.

An-Nisa ayat 34 masyaallah, bukan hanya menjelaskan kepemimpinan seorang lelaki, tapi menjelaskan tentang keseimbangan.

Ketika seorang suami menjadi pemimpin bagi istrinya, memberi nafkah, tapi harus ada kerjasama yang baik. Mereka harus menjadi wanita yang salihah, wanita yang taat, dan wanita yang menjaga kehormatan suaminya. Dibutuhkan kerja sama yang baik.

Lihat juga video 'Istri Dukung Pasha 'Ungu' Kerja di Tahun Baru':

[Gambas:Video 20detik]



(pus/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT