Rising Star

Clarissa Punipun Dianggap Istri Online, Cemaskan Komentar Netizen di Bawah Umur

Mauludi Rismoyo - detikHot
Rabu, 08 Des 2021 15:48 WIB
clarissa punipun
Clarissa Punipun Dianggap Istri Online, Cemaskan Komentar Netizen di Bawah Umur. (Foto: dok instagram)
Jakarta -

Cosplayer Clarissa Punipun punya penampilan yang dinilai menarik buat sebagian orang. Beragam komentar pun sering diterima oleh wanita yang sudah dari 2012 berkarier di dunia tersebut.

Kepada detikcom, Clarissa Punipun mengaku salah satu yang kerap dilihat yakni komentar soal istri online. Dianggap seperti itu oleh para netizen, cewek kelahiran Jakarta, 7 Oktober 1992 itu merasa lucu.

"Istri online nggak tuh? Dibilang suka atau nggak, lebih ke biasa saja sih. Karena jatuhnya kayak candaan dan lucu-lucuan saja," ujar Clarissa.

"Mungkin daripada istri online, aku lebih sering menemukan komentar 'waifu' atau wife dalam bahasa Jepang. Biasanya dipakai untuk menyebut karakter perempuan favorit seakan-akan seperti istri," lanjutnya.

Selain itu, Clarissa Punipun tak menampik suka mendapat komentar nakal dari warganet. Yang mengagetkannya ialah sosok di balik orang yang berbicara hal tersebut di media sosialnya.

"Komen nakal banyak, tapi aku sudah filter jadi komen-komen seperti itu kecil kemungkinannya untuk muncul. Yang lucunya, kebanyakan dari orang-orang yang komen seperti itu malah anak-anak di bawah umur," tutur Clarissa.

Wanita bernama asli Clarissa Widjaya itu pun cemas dengan kondisi sekarang usai melihat banyak anak kecil berkomentar jorok. Ia membandingkan masa kecilnya dulu yang tak ada internet.

"Ini lumayan bikin cemas sih, karena pertumbuhan teknologi begitu pesat, tapi kurikulum pendidikan agak lambat adaptasinya, terutama yang paling terlihat dari pendidikan tata krama dalam bersosialisasi online. Waktu saya kecil, belum bisa akses internet untuk chatting dan sebagainya," kata Clarissa.

"Tapi, sekarang banyak sekali anak-anak di bawah umur yang seharusnya belum menggunakan media sosial dengan batas umur 17 atau 18 tahun memalsukan umur dan menyerap konten-konten yang belum bisa mereka pahami sepenuhnya karena mereka masih dalam masa pertumbuhan dan enrichment," sambungnya.

Clarissa Punipun lalu memberikan pesan kepada pengguna media sosial yang masih kanak-kanak. Wanita berpostur 155 cm itu meminta agar mereka bisa memahami mana hiburan dan realita.

"Ketika mereka menyerap konten-konten orang berkata kasar dan sebagainya, maka lama-lama mereka akan menganggap itu hal yang normal, padahal sebaliknya. Mereka masih belum bisa membedakan mana itu hiburan dan mana realita," pungkas Clarissa.

(mau/aay)